Breaking News:

Internasional

Prancis Tuduh Turki Sengaja Menghina Ketua Komisi Uni Eropa

Menteri Eropa Prancis, Clement Beaune, Minggu (11/4/2021) mengatakan Turki telah memasang perangkap bagi Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

AFP / TURKISH PRESIDENTIAL PRESS SERVICE
Tangkapan video ini diambil dari rekaman yang dirilis oleh Kepresidenan Turki pada 6 April 2021, menunjukkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kanan) menerima Presiden Dewan Uni Eropa Charles Michel (tengah) dan Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen (kiri) tanpa kursi di Kompleks Kepresidenan di Ankara. 

SERAMBINEWS.COM, PARIS - Menteri Eropa Prancis, Clement Beaune, Minggu (11/4/2021) mengatakan Turki telah memasang perangkap bagi Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

Dengan memaksanya duduk di samping dalam kunjungan ke Ankara, dalam foto-yang dengan cepat dijuluki ' sofagate'.

Kegagalan kepresidenan Turki untuk menempatkan kursi von der Leyen bersama Presiden Recep Tayyip Erdogan dan ketua Dewan Uni Eropa Charles Michel adalah penghinaan dari Turki," kata Beaune di televisi RTL.

"Turki berperilaku buruk," tambahnya.

Baca juga: Skandal Sofagate, Turki Abaikan Ketua Komisi Uni Eropa, Tanpa Kursi Dalam Pertemuan dengan Erdogan

"Masalah Turk yang dilakukan dengan sengaja terhadap kita ... kita seharusnya tidak menimbulkan rasa bersalah di antara orang Eropa," ujarnya.

Dilansir AFp, Von der Leyen disingkirkan memicu tuduhan dari ibu kota Eropa ke Turki, tetapi juga di dalam Brussel.

Ankara menegaskan insiden itu disebabkan oleh kabel-kabel yang terjerat antara Dewan dan Komisi, lembaga-lembaga Uni Eropa yang terpisah.

Staf Michel mengklaim mereka tidak memiliki akses ke ruang pertemuan sebelum acara Selasa (13/4/2021).

Tetapi juga menyoroti bahwa ketua Dewan datang ke hadapan presiden Komisi di bawah protokol internasional yang ketat.

Baca juga: PM Italia Sebut Erdogan Sebagai Diktator, Abaikan Ketua Komisi Eropa Tanpa Kursi

"Itu semacam jebakan ... antara orang yang meletakkannya dan orang yang masuk ke dalamnya, saya lebih suka menyalahkan orang yang meletakkannya," kata Beaune dari Prancis.

Menyuarakan Perdana Menteri Italia Mario Draghi, yang menyebut Erdogan sebagai diktator" dalam menanggapi insiden sofa, Beaune menuduh ada masalah nyata.

Dimana kurangnya rasa hormat terhadap demokrasi dan penyimpangan otokratis di Turki.

Yang seharusnya mendorong orang Eropa menjadi sangat tegas dengan Turki.

Baca juga: Arab Saudi dan Bahrain Perkuat Kerjasama, Targetkan Kurangi Campur Tangan Iran dan Turki di Teluk

"Namun demikian, di masa depan, alangkah baiknya jika hanya ada satu presiden eksekutif Eropa," aku Beaune.

“Kami membutuhkan institusi Eropa yang lebih kuat," harapnya.(*)

Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved