Video
VIDEO - Mesir Kembali Temukan Kota Kuno, Dibangun Raja Firaun Amenhotep III di Luxor
Diyakini penemuan itu bisa menjadi penemuan arkeologi terpenting kedua sejak makam Tutankhamun.
Penulis: Yuhendra Saputra | Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM, LUXOR - Otoritas Barang Antik Mesir mengumumkan bahwa kota kuno berusia 3 ribu tahun telah ditemukan.
Pernyataan yang dibuat oleh institusi kota kuno, meyakini situs tersebut didirikan oleh Raja Firuan Amenhotep III dan merupakan pemukiman administratif dan industri terbesar di Luxor selama era kekaisaran Mesir.
Bahan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari ditemukan di ruang kota kuno selama penggalian.
Diyakini penemuan itu bisa menjadi penemuan arkeologi terpenting kedua sejak makam Firaun Tutankhamun.
Dikutip dari Wikipedia.org, Firaun atau dalam bahasa Inggris ditulis Pharaoh adalah gelar yang dalam diskusi dunia modern digunakan untuk seluruh penguasa Mesir kuno dari semua periode.
Kebanyakan Firaun mengaku diri sebagai Tuhan.
Sehingga ketika mangkat, Firaun dimakamkan bersama harta bendanya di makam berhias tulisan hieroglif, jenazahnya diawetkan dengan ramuan khusus, minyak dan garam, kemudian dibungkus dengan kain kedap udara yang diikat.
Pengawetan jenazah Firaun ini dilakukan karena para Firaun ini dianggap sebagai wakil bangsa Mesir di hadapan para dewa, sehingga kedamaiannya di dalam kehidupan di alam baka merupakan harapan semua anggota masyarakat Mesir kala itu.
Baca juga: Arkeolog Temukan 27 Peti Mati Terkubur 2.500 Tahun di Komplek Makam Firaun Mesir
Baca juga: Makam Kuno Berusia 4500 Tahun Milik Pengawal Firaun yang Memegang 7 Gelar Ditemukan di Mesir
Sementara menurut Arkeologi Al-Qur'an (2020), karya Ali Akbar, tidak semua Raja Mesir dari semua periode bergelar Firaun.
Pada masa Nabi Yusuf AS (sekitar tahun 1630-1520 SM) yang disebut Periode Mesir Tengah, Mesir dikuasai bangsa Hyksos yang datang dari dataran timur atau Asia.
Dalam Alquran, kata yang digunakan untuk menyebut penguasa Mesir pada masa itu ialah raja (malik), bukan Firaun.
Ini menjadi salah satu dasar untuk menafsirkan, raja-raja atau dinasti yang menguasai Mesir pada saat Nabi Yusuf hidup berasal dari luar Mesir.
Periode ini berbeda dengan Mesir pada zaman Nabi Musa AS.
Pada periode ini, Mesir dikuasai para raja yang bergelar Firaun.
Para Firaun ini menguasai dan memerintah Mesir selama sekitar tiga ribu tahun.
Baca juga: Fakta Asiyah, Istri Firaun yang Mengasuh Nabi Musa, Sosok Wanita Mulia Ahli Surga
Baca juga: Dikubur Tanpa Jantung Dalam Peti Mati, 8 Fakta Firaun Tutankhamun yang Termahsyur