Breaking News:

Semarakkan Syiar Ramadhan Sesuai Protkes, Seruan Bersama Forkopimda Aceh

Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh mengeluarkan seruan bersama tentang penyemarakan syiar Ramadhan

Editor: bakri
Serambinews.com
Muhammad Iswanto SSTP, MM, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh 

BANDA ACEH - Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh mengeluarkan seruan bersama tentang penyemarakan syiar Ramadhan sesuai dengan protokol kesehatan (Protkes) Covid-19. Seruan itu dikeluarkan atas dasar UU No.44/1999 tentang penyelenggaraan keistimewaan Aceh dan Qanun Aceh No.8/2014 tentang pokok syariat Islam serta Edaran Gubernur Aceh No.440/4820 tentang pencegahan virus corona melalui perilaku hidup bersih dan sehat.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto mengatakan, seruan yang diteken bersama oleh seluruh pimpinan Forkopimda itu berisi 10 poin dan menyasar berbagai pihak, mulai pegawai negeri hingga pelaku usaha.

"Poin pertama dikhususkan kepada kaum Muslim di Aceh, di mana kita semua harus meningkatkan wawasan pengetahuan agama dan memperbanyak amal ibadah dengan penuh keimanan dan kesadaran untuk memperoleh rahmat, maghfirah dan pembebasan dari api neraka," kata Iswanto dalam keterangannya mengutip seruan tersebut, Senin (12/4/2021).

Selain itu, tambahnya, seruan tersebut juga mengajak semua umat Muslim untuk melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, memakmurkan masjid, meunasah, dan melaksanakan shalat Tarawih, tadarus Alquran, i'tikaf dan ibadah lainnya dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Masyarakat Aceh secara bersama menghindari perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa, memperbanyak kegiatan dakwah Ramadhan, menunaikan zakat, memperbanyak infak, shadaqah dan menyantuni anak yatim serta fakir miskin serta menaati semua peraturan yang menyangkut ketertiban umum seperti peraturan lalu lintas, menghindari balapan liar, petasan dan kembang api.

Semua umat Muslim juga diminta menghindari masalah-masalah yang dapat menimbulkan perpecahan umat dan tidak melakukan aksi borong sembilan bahan kebutuhan pokok sembako. "Pemerintah Aceh menjamin ketersediaan sembako," kata Iswanto.

Khusus Aparatur Sipil Negara di pemerintahan Aceh, harus melakukan tugas dengan sebaik-baiknya, disiplin, dan penuh tanggung jawab serta memelihara kode etik dan kehormatan korps aparatur pemerintah dan menjadi tauladan yang baik bagi masyarakat dalam melaksanakan kewajiban dan syi'ar Ramadhan.

Sementara khusus menyasar pihak keamanan, ketertiban, Satpol PP dan Wilayatul Hisbah, diminta melakukan pengawasan, pembinaan dan penertiban terhadap pelanggaran syariat Islam dan Protkes Covid-19, serta melakukan upaya penegakan hukum sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan.

“Sedangkan seruan yang ditujukan kepada pemimpin formal dan informal, pimpinan Forkopimda meminta agar pemimpin formal dan informal menjadi pelopor dan teladan bagi masyarakat dalam melaksanakan ibadah, syi'ar Ramadhan serta akhlak terpuji," kata Iswanto. 

“Para pemimpin harus menjadi pelopor dalam rangka memelihara perdamaian dan memperkuat integrasi bangsa. Sebagai pelopor, tentu pemimpin harus memakmurkan masjid atau meunasah dengan melaksanakan shalat Tarawih, tadarus Alquran, i'tikaf dan ibadah lainnya dengan tetap menjaga Protkes dan mengarahkan para dai dan daiyah agar dapat menyampaikan pesan-pesan yang menyejukkan, mendamaikan dan menyampaikan pesan perlunya Vaksinasi untuk kekebalan tubuh dan terbebas dari Covid-19,” tambahnya.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto menambahkan, seruan bersama Forkopimda Aceh juga meminta agar semua generasi muda Islam untuk senantiasa meningkatkan dan mempelopori kegiatan-kegiatan yang bernuansa islami pada bulan suci Ramadhan, serta menjauhkan diri dari segala perbuatan maksiat dan tercela lainnya.

Forkopimda juga menyerukan kepada pemilik restoran, warung, atau kedai makanan dan minuman, untuk tidak berjualan sejak pukul lima pagi hingga pukul empat sore. "Pedagang juga tidak membuka warung atau restoran mulai shalat Isya sampai selesai shalat Tarawih," kata Iswanto. 

Ditambahkan, seruan Forkopimda Aceh juga diarahkan bagi petugas atau pemilik salon dan hotel. Di mana mereka diharapkan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Ramadhan dengan menjaga ketentuan sebagaimana tercantum dalam surat izin usaha. "Pengusaha hotel dan kafetaria dilarang menggelar karoke dan kegiatan sejenis lainnya  selama bulan suci Ramadhan," kata Iswanto. 

Forkopimda, kata Karo Humas dan Protokol Setda Aceh, juga mengajak media massa--baik cetak maupun elektronik--untuk mendukung sepenuhnya seruan bersama dan memublikasikan kepada masyarakat luas serta meningkatkan siaran dan terbitan yang bernuansa Islami.Begitu juga kepada para pelaku usaha diminta menghormati dan menjunjung tinggi nilai-nilai Ramadhan dengan tidak  melakukan penimbunan/penumpukan sembako. 

Diakhir seruan, kata Iswanto, Forkopimda mengajak masyarakat senantiasa mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun ketika keluar rumah. "Penerapan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan tentu sangat penting dan tidak bisa diabaikan, karena harus kita sadari bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir," pungkasnya.(aji)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved