Breaking News:

Isu Reshuffle Kabinet Kembali Mencuat, KSP Moeldoko Diprediksi Bakal Dicopot

Pengamat politik Universitas Paramadina Djayadi Hanan memprediksi Jokowi bakal mencopot Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

Editor: Amirullah
ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberikan keterangan kepada wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (20/3/2020). Pemerintah resmi meluncurkan situs Kartu Prakerja yang diharapkan dapat membantu tenaga kerja yang terdampak COVID-19 untuk meningkatkan keterampilan melalu berbagai jenis pelatihan secara daring yang dapat dipilih sesuai minat masing-masing pekerja. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/pd (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI) 

SERAMBINEWS.COM  - Isu reshuffle kembali mencut.

Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin memastikan reshuffle kabinet akan dilakukan pekan ini.

Terkait adanya isu reshuffle kabinet ini, ada salah satu nama yang diprediksi akan dicopot.

Pengamat politik Universitas Paramadina Djayadi Hanan memprediksi Jokowi bakal mencopot Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

Setelah keterlibatannya dalam kisruh Partai Demokrat, Moeldoko dinilai akan kehilangan posisinya sebagai KSP.

"Mungkin yang bisa terkena reshuffle juga adalah KSP Moeldoko. Karena baru saja membuat kegaduhan politik mengurusi Partai Demokrat," ujar Djayadi, ketika dihubungi Tribunnews.com, Rabu (14/4/2021).

Baca juga: Kerugian Pedagang Asal Aceh Korban Kebakaran Pasar Minggu Rp 500 Juta lebih, Butuh Bantuan Darurat

Baca juga: Pria 62 Tahun Tewas Dibacok Anak Kandung, Korban Meniggal Bersimbah Darah di Halaman Rumah

()Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko memberikan keterangan pers di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (3/2/2021). Keterangan pers tersebut untuk menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono terkait tudingan kudeta AHY dari kepemimpinan Ketum Demokrat demi kepentingan Pilpres 2024. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Namun, Djayadi juga memandang bahwa reshuffle kabinet ini jadi ajang Jokowi untuk memperingatkan para menterinya.

Terutama menteri-menteri yang digadang-gadang akan maju dalam Pemilu Presiden 2024 kelak.

"Selain itu, reshuffle bisa juga dijadikan momentum oleh presiden untuk menertibkan atau memperingatkan menteri-menteri yang mulai tidak fokus dan lebih ancang-ancang untuk urusan pemilu 2024," tandasnya.

Baca juga: 3 Anak di Bawah Umur Dipaksa Mengaku Mencuri oleh Polisi, Disiksa dan Diancam Bunuh dengan Senjata

Daftar Menteri Layak Direshuffle Menurut Survei

Nama beberapa menteri yang layak direshuffle pun juga berhembus kencang.

Berbagai lembaga survei pun ramai melakukan riset mengenai siapa saja menteri yang layak untuk direshuffle.

Satu di antaranya riset yang dilakukan oleh Lembaga survei Indonesia Political Opinion (IPO).

IPO telah mengeluarkan daftar menteri-menteri dengan kinerja paling memuaskan.

Ada pula daftar menteri dengan kinerja mengecewakan hingga layak reshuffle.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengungkapkan daftar ini dalam diskusi bertajuk "Evaluasi Kabinet dan Peta Politik 2024".

Baca juga: Jelang Pendaftaran CPNS 2021 & PPPK 2021, Simak Persyaratan untuk Formasi Cumlaude dan Disabilitas

Acara ini diselenggarakan di kanal YouTube MNC Trijaya pada Sabtu (10/4/2021) lalu.

Menurut Dedi, survei ini melibatkan 1.200 responden dan berjalan pada 10 Maret hingga awal April 2021.

Tim survei mengambil sampel menggunakan metode multistage random sampling.

Dedi mengatakan, tingkat akurasi data 97 persen dan persentase eror dalam pengambilan sampel 2,5 persen.

Adapun, nama Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly muncul sebagai menteri yang dianggap paling layak di-reshuffle.

Setelahnya, muncul nama Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah.

"Ini kalau diasumsikan atau dikaji lebih dalam, nama-nama ini (yang dianggap layak reshuffle) sebetulnya adalah nama-nama yang berkaitan dengan program-program selama pandemi," jelas Dedi.

Sementara, tiga menteri perempuan menjadi menteri-menteri dengan kinerja paling memuaskan.

Di urutan pertama adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani, lalu Menlu Retno Marsudi dan Mensos Tri Rismaharini.

Kemudian, Prabowo Subianto muncul dalam nama menteri paling terpopuler.

Nama Tito Karnavian dan Sandiaga Uno menjadi nama menteri terpopuler lainnya.

Berikut daftar menteri yang dianggap layak reshuffle:

1. Yasonna Laoly 54,0 persen

2. Ida Fauziah 46,0 persen

3. Zainuddin Amali 41,2 persen

4. Tjahjo Kumolo 34,0 persen

5. Johnny Plate 29,0 persen

6. Teten Masduki 28,5 persen

7. Syahrul Yasin Limpo 27,0 persen

8. Siti Nurbaya 23,8 persen

9. Airlangga Hartanto 19,3 persen

10. Arifin Tasrif 19,0 persen

11. Bintang Darmawati 15,0 persen

12. Sofyan Djalil 12,1 persen

13. Luhut Panjaitan 9,8 persen

14. Nadiem Makarim 9,7 persen

15. Muhadjir Effendy 9,1 persen

Menteri paling populer:

1. Prabowo Subianto 56 persen

2. Tito Karnavian 43 persen

3. Sandiaga Uno 39 persen

4. Mahfud MD 30 persen

5. Sri Mulyani 29 persen

Menteri berkinerja paling memuaskan:

1. Sri Mulyani 54,7 persen

2. Retno LP Marsudi 50 persen

3. Tri Rismaharini 42 persen

4. Tito Karnavian 38 persen

5. Mahfud MD 34 persen

(TribunnewsWiki.com/RAK, Tribunnews.com/Vincentius Jyestha Candraditya/Maliana/Reza Dani/Taufik Ismail, KompasTV/Ahmad Zuhad)

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com denganjudl Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, Pengamat Sebut KSP Moeldoko Diprediksi Juga Akan Dicopot

Baca juga: Curiga dan Tuduh Istri Selingkuh, Pria Ini Habisi Sang Istri di Tengah Jalan, Warga Cuma Melihat

Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved