Breaking News:

Pengungsi Keluhkan Kekurangan MCK

Warga Gampong Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur yang mengungsi karena terdampak gas beracun dari sumur migas

SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
Pengungsi dari Gampong Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur, yang terdampak gas beracun bertahan di lokasi pengungsian, di kantor camat Banda Alam, Aceh Timur, Selasa (13/4/2021). 

IDI - Warga Gampong Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur yang mengungsi karena terdampak gas beracun dari sumur migas milik PT Medco, mengeluhkan kekurangan fasilitas MCK (mandi, cuci, kakus) di lokasi pengungsian.

Karena, di kantor camat tersebut hanya ada satu MCK yang digunakan ratusan warga sehingga terpaksa mengantre. "Keluhan kami kurangnya fasilitas MCK. Kami harap fasilitasnya bisa ditambah. Begitu juga air bersihnya, karena kami juga shalat tarawih di lokasi pengungsian," ungkap Kepala Dusun CV 9, Nurdianto yang ditemui di lokasi pengungsian, Selasa (13/4/2021).

Didampingi warga lain, Nurdianto berharap adanya penambahan fasilitas MCK di lokasi pengungsian. "Sebenarnya kami sudah tidak betah di lokasi pengungsian ini, tapi apa boleh buat perusahaan juga belum memperbolehkan kami pulang, sehingga kami harus bertahan di pengungsian ini," ungkapnya.

Selain itu, keluhan lainnya sebagian warga juga mulai terserang sakit gatal-gatal kulit, dan banyak nyamuk di malam hari. Camat Banda Alam, Muliadi SSTP MAP mengatakan, hingga Selasa (13/4/2021) kemarin, warga belum diperbolehkan pulang.

Sejauh ini, katanya, jumlah warga yang bertahan di pengungsian 316 jiwa dari 147 kepala keluarga. "Sedangkan warga yang masih dirawat 9 orang dengan rincian 8 dirawat di RSUD Zubir Mahmud, dan satu orang dirawat di Puskesmas. Selebihnya, sudah sembuh dan diinapkan di homestay oleh pihak perusahaan," ungkap Muliadi.

Warga belum diperbolehkan pulang, kata Muliadi, karena sampai Selasa kemarin, keadaan di desa mereka belum kondusif. "Penanganan masih dilakukan oleh tim teknis PT Medco," ungkap Muliadi.(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved