Breaking News:

Berita Aceh Barat

Nelayan Pertanyakan Pembangunan PPI Teuku Umar Meulaboh

Pemerintah diharapkan mempercepat pembangunan PPI yang akan menjadi pusat pendaratan ikan terbesar di Meulaboh dan Pantai Barat Selatan-Aceh ini.

Serambinews.com
Warga melintas di kawasan lokasi pembangunan PPI Meulaboh, Kawasan Padang Seurahet, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Rabu (14/4/2021). 

Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Para nelayan melalui Lembaga Adat Laot Kabupaten Aceh Barat mempertanyakan realisasi pembangunan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Teuku Umar di Padang Seurahet, Kecamatan Johan Pahlawan, yang hingga saat ini belum ada realisasi.

PPI tersebut selain sebagai tempat berlabuh atau bertambatnya perahu atau kapal perikanan guna mendaratkan hasil tangkapannya, juga bertujuan untuk dijadikan pusat kegiatan produksi, pemasaran, pengolahan hasil dan pembinaan ekonomi masyarakat nelayan di bidang perikanan.

Sekjen Panglima Laot Aceh Barat, Nanda Ferdiansyah kepada Serambinews.com, Kamis (15/4/2021) mengatakan, rencana pembangunan PPI tersebut telah dimulai sejak 2013 silam dengan penyusunan DED, dan DED tersebut telah diselesaikan termasuk masalah amdal.

Pihaknya mendesak Pemerintah Aceh dan Aceh Barat guna percepatan pembangunan PPI tersebut yang akan menjadi pusat pendaratan ikan terbesar di Meulaboh dan Pantai Barat Selatan-Aceh.

Seharusnya, kata Nanda, PPI tersebut sudah mulai dilakukan pembangunan dengan telah diselesaikannya DED dan Amdal, sehingga harapan nelayan hendaknya bisa terwujud sebagaimana yang diharapkan.

Kebutuhan PPI tersebut akan menjadi fasilitas penunjang kegiatan nelayan daerah Meulaboh dalam pengembangan ekonomi nelayan di bidang perikanan. 

Selain itu juga kata Nanda, PPI itu juga akan memuat perbekalan kapal serta sebagai basis kegiatan produksi, pengolahan, pemasaran ikan dan pembinaan masyarakat perikanan di wilayah tersebut.

Baca juga: Terduga Teroris Jaringan Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar Tewas Ditembak

Baca juga: Keluar dari Status Daerah Tertinggal, Aceh Singkil Kini Berupaya Kurangi Tingkat Kemiskinan

Baca juga: Polisi Pastikan Dua Remaja Pembunuh Nenek Masih Pelajar SMA dan SMK di Aceh Tamiang

Baca juga: VIDEO - VIRAL Bocah Tawuran di Hari Pertama Puasa, Kejar-kejaran dan Saling Lempar Batu

Tanggapan Pemerintah

Kabid Tangkap pada Dinas Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Aceh Barat, Irfan kepada Serambinews.com, Kamis (15/4/2021) menjelaskan, bahwa dokumen pembangunan PPI Teuku Umar Meulaboh telah diserahkan ke provinsi pada 2019 yang lalu.

Dokumen pembangunan tersebut mulai dari penyusunan DED pertama yang disusun oleh Pemerintah Aceh Barat pada 2013 silam, dan telah diselesaikan pada 2019 yang diserahkan kepada Provinsi Aceh saat itu.

Selain itu juga, beriringan dengan penyusunan amdal lingkungan, dan 2010 telah ditingkatkan ke amdal yang juga sudah tuntas dilakukan, sehingga menunggu realisasi pembangunan dan penganggaran.

“Dengan telah selesainya dokumen tersebut, maka menyangkut dengan penganggaran pembangunan kini menjadi kewenangan provinsi,” kata Irfan.

Ia pun berharap agar pembangunan PPI tersebut bisa dilakukan percepatan sesuai dengan keinginan para nelayan di Meulaboh.(*)

Penulis: Sa'dul Bahri
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved