Breaking News:

Luar Negeri

Pengesahan RUU Larangan Cadar dan Busana Muslim di Prancis Dikecam Umat Islam Malaysia

Kelompok Muslim Malaysia mengutuk pengesahan Rancangan Undang-Undang kontroversial di Prancis. RUU tersebut dianggap melakukan diskriminasi.

AFP/Lionel BONAVENTURE / POOL
Presiden Prancis Emmanuel Macron 

SERAMBINEWS.COM, MALAYSIA - Kelompok Muslim Malaysia mengutuk pengesahan Rancangan Undang-Undang kontroversial di Prancis.

RUU tersebut dianggap melakukan diskriminasi kepada umat Islam.

Melansir dari Anadolu Agency, Rabu (14/4/2021) malam, Presiden Musyawarah Ormas Islam Malaysia (MAPIM) Mohd Azmi Abdul Hamid menyampaikan pernyataan menolak kampanye yang menyebarkan sentimen Islamofobia terhadap Muslim di Prancis.

“Kelompok sayap kanan ekstrem dalam masyarakat Prancis dan para pembuat undang-undang membenci Muslim, mereka menciptakan ketegangan komunal dan memicu konflik kekerasan di antara warga Prancis,” ujar Azmi dalam pernyataannya kepada Anadolu Agency.

Baca juga: Prancis Tingkatkan Keamanan Sekitar Tempat Ibadah Muslim Selama Ramadhan, Respon dari Islamophobia

Azmi mengatakan pengesahan RUU yang mencakup amandemen baru dengan kedok memerangi ekstremisme, tidak dapat diterima.

Sebab, hal itu tidak hanya bertentangan dengan prinsip Universal Declaration of Human Rights yang diadopsi PBB, tetapi juga bertentangan dengan prinsip-prinsip Republik Prancis itu sendiri.

“Kami menuntut agar ketentuan pelarangan tanda atau pakaian agama yang secara khusus menargetkan Muslim dicabut,” kata Azmi.

Azmi juga menyerukan kepada pemerintah Prancis untuk menghentikan langkah-langkah membuat undang-undang yang bertentangan dengan kebebasan beragama.

Baca juga: Melihat Kecanggihan Dua Kapal Perang Prancis yang Bersandar di Sabang: FS Tonnerre dan FS Surcouf

Senat Prancis pada Senin (12/4/2021) mengadopsi RUU kontroversial yang menargetkan Muslim dengan sejumlah amandemen.

Amandemen baru, yang bertujuan memerangi "ekstremisme," memuat aturan melarang orang tua mengenakan simbol agama saat menemani anak-anaknya ke sekolah.

Halaman
123
Penulis: Syamsul Azman
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved