Breaking News:

Lembaga Keuangan Syariah

Aminullah Terima Kunjungan Dirut Bank Syariah Bukopin

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, menerima kunjungan silaturrahmi Direktur Utama Bank Syariah Bukopin (BSB), Dery Januar

HUMAS BANDA ACEH
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, menerima plakat dari Dirut Bank Syariah Bukopin, Dery Januar, Kamis (15/4/2021), di Pendopo Wali Kota, di kawasan Blangpadang. 

BANDA ACEH - Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, menerima kunjungan silaturrahmi Direktur Utama Bank Syariah Bukopin (BSB), Dery Januar, Kamis (15/4/2021), di Pendopo Wali Kota, di kawasan Blangpadang.

Dalam lawatannya, Dery Januar turut didampingi Branch Manager Bank KB Bukopin Aceh, Sofyan, Kepala Sekretaris Perusahaan, Evi Yulia Kurniawati, Project Offi cer Bank Syariah Bukopin Aceh, Imdibkri, dan Branch Sales Manager Bank KB Bukopin Aceh, Dina.

Dery mengungkapkan, kunjungannya dalam rangka mempererat hubungan satu sama lain, pasca resmi disetujuinya Bank Syariah Bukopin oleh pengawas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada akhir Maret 2021 lalu.

Wali Kota Banda Aceh yang juga Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Aminullah Usman, menyambut baik dan mendukung Bank Syariah Bukopin yang telah turut merealisasikan Qanun nomor 11 tahun 2018 itu.

Disela perbincangan, Aminullah juga mengisahkan bagaimana dirinya dulu mengabdi selama 27 tahun di Bank Pembangunan Daerah (BPD) hingga menjadi bankir ulung di kalangannya.

Tampil dengan loyalitas dan integritas tinggi, Aminullah dipercayakan dalam berbagai jabatan, sampai akhirnya ia dipercayakan menjadi direktur utama BPD pada tahun 2000 hingga 2010, kisahnya.

“Masalah Bank Aceh saat itu cukup rumit, BUMD itu pun sempat ditangani oleh BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional). Cavital Adequacy Ratio (CAR) minus 25 persen, yang dimana seharusnya diatas 8 persen. Kredit macet diatas lebih 15 persen, secara prosedur harus di bawah 5 persen. Dimana kondisi sdm tidak produktif, kesulitan likwiditas dan bank dalam kategori tidak sehat, BPD Aceh cukup terpuruk dan dalam keadaan rugi,” ungkapnya.

Namun, lanjutnya, semua masalah mampu dihadapinya dan membawa Bank Aceh bangkit dalam kurun waktu 10 tahun.

Hingga Aminullah berhasil membesarkan Bank Aceh, dari jumlah aset awal 660 M menjadi 13 T.

“Keberhasilan sebagai Dirut Bank Aceh ini yang kemudian saya bawa saat memimpin Banda Aceh saat ini,” katanya. Aminullah mengungkapkan, banyak terobosan yang ia lakukan sejak menjabat sebagai Wali Kota bersama Wakil Wali Kota Zainal Arifin pada pertengahan 2017 lalu.

Ia pun berharap BSB mampu menjadi mitra baik dalam mengembangkan sektor pemodalan bagi pelaku usaha mikro dengan memberikan banyak keringanannya.

“Hingga kini kita mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan memberdayakan sektor UMKM yang dimana menjadi andalan kota. Kita harap bantuan dan dukungan dari semua pihak,” pungkasnya.(hba/*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved