Breaking News:

Internasional

Arab Saudi Harus Harus Tindak Tegas Milisi Houthi, Tidak Harus Menunggu Bencana Datang

Komunitas internasional memikul tanggung jawab untuk memperpanjang krisis di Yaman. Arab Saudi seharusnya tidak hanya menunggu milisi Houthi

AFP/Mohammed HUWAIS
Pasukan yang setia kepada pemberontak Houthi Yaman menggelar pemakaman massal bagi pejuangnya yang tewas dalam pertempuran dengan pasukan pemerintah yang didukung Saudi di wilayah Marib, di luar masjid Sanaa Al-Saleh, Selasa (23/3/2021). 

SERAMBINEWS.COM, JEDDAH - Komunitas internasional memikul tanggung jawab untuk memperpanjang krisis di Yaman.

Arab Saudi seharusnya tidak hanya menunggu milisi Houthi yang didukung Iran menyebabkan bencana, menurut seorang ahli Saudi dalam hubungan internasional.

Analis politik Dr. Hamdan Al-Shehri mengatakan meskipun sejumlah proposal telah diajukan untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung di Yaman.

Tetapi, mada ada kurangnya keinginan dari komunitas internasional untuk melaksanakan inisiatif tersebut.

“Jika komunitas internasional jujur, itu akan (menindaklanjuti) Resolusi DK PBB 2216, menuntut Houthi melepaskan senjata yang mereka sita dari institusi militer dan keamanan dan menghentikan semua kekerasan," katanya.

Komunitas internasional menunda mengambil tindakan terhadap Houthi untuk kepentingannya sendiri, ”kata Al-Shehri kepada Arab News, Jumat (16/4/2021).

Baca juga: Arab Saudi Hancurkan Lima Rudal Balistik dan Empat Drone Milisi Houthi

"Kepentingan regional komunitas internasional adalah prioritas utamanya, bukan Yaman atau Yaman," tambahnya.

Al-Shehri percaya dalam menghadapi terus diamnya komunitas internasional, Arab Saudi harus 'menghadapi kekuasaan dengan kekuasaan' ketika menghadapi serangan Houthi.

“Kita seharusnya tidak menunggu sampai Houthi (menyebabkan) bencana," ujarnya.

"Kami mengandalkan koalisi Arab dan tentara Yaman, terutama setelah keringanan PBB terkait tekanan pada Houthi untuk menerima solusi diplomatik, ”kata Al-Shehri.

Halaman
12
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved