Breaking News:

Aksi Pelemparan Bus Kambuh Lagi

Di bulan Rahmadhan ini, aksi pelemparan bus kembali kambuh di Aceh. Pada Jumat (16/4/2021) dini hari menjelang sahur, Bus Lintas Antarprovinsi

hand over dokumen pribadi
Kapolres Langsa, AKBP Agung Kanigoro Nusantoro 

LANGSA - Di bulan Rahmadhan ini, aksi pelemparan bus kembali kambuh di Aceh. Pada Jumat (16/4/2021) dini hari menjelang sahur, Bus Lintas Antarprovinsi, JRG, menjadi korban pelemparan batu saat melintas di Jalan Nasional Medan-Banda Aceh, kawasan Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur.

Akibat aksi pelemparan itu, kaca samping bus pecah. Body bus juga ikut lecet terkena batu. Beruntung tidak ada korban jiwa. Pelakunya juga berhasil diringkus aparat kepolisian tak lama setelah kejadian.

Kapolres Langsa, AKBP Agung Kanigoro Nusantoro SH SIK MH melalui Kapolsek Birem Bayeun, Iptu Eko Hadianto, menyebutkan, pelaku pelemparan berjumlah tiga orang. Terdiri dari dua pelaku usia remaja, MK (18) dan MR (18), sedangkan seorang lagi berinisial I (16) masih di bawah umur.

MK dan MR tercatat sebagai warga Gampong Aramiah dan I warga Kecamatan Birem Bayeun. “Mereka kita amankan di Gampong Aramiah,” ujar Eko Hadianto.

Kapolsek Birem Bayeun menceritakan, pihaknya menerima laporan pelemparan yang dialami Bus JRG dengan nomor polisi D 7634 YA pada pukul 03.15 WIB. Pelapor merupakan sopir Bus JRG, Welly Saputra (44), beralamat di PRM Pesona Hijau B10 RT 45 Rw 07 Margaluyu Manonjaya, Tasikmalaya.

Pelemparan itu disebutkan terjadi di Jalan Medan-Banda Aceh, Gampong Aramiah, yang mengakibatkan kaca bagian belakang bus pecah dan body samping bus mengalami lecet di dua titik.

Mendapatkan laporan itu, Kapolsek bersama anggota piket langsung melacak pelaku pelemparan di tempat kejadian perkara (TKP), Jalan Medan-Banda Aceh, Gampong Aramiah. Bermodal ciri ciri pelaku yang dilaporkan awak bus, saat itu juga identitas pelaku diketahui dan langsung diamankan.

"Pelemparan bus ini terjadi di jalur lintas Sumatera Gampong Aramiah, sekitar pukul 03.00 WIB. Pelaku berhasil ditangkap sekitar 15 menit kemudian di daerah tempat tinggalnya," kata Eko Hadianto.

Dari hasil penyelidikan awal, diketahui bahwa satu dari tiga pelaku itu ternyata pernah melakukan aksi pelemparan bus pada 2008 silam. Saat itu, kasus pelemparan diselesaikan di desa dan pelaku mengganti rugi terhadap kerugian awak bus.

Menurut keterangan Kapolsek Birem Bayeun, sebelum melancarkan aksinya, ketiga pelaku berpura-pura menjadi calon penumpang. Mereka membawa kardus kosong dan berdiri di pinggir jalan untuk menyetop bus. Ketika bus hendak berhenti, pelaku langsung melempari bus dan kemudian kabur ke arah gelap.

Bus yang sedang dalam perjalanan menuju ke Medan itu kemudian berhenti di Mapolsek Birem Bayeun untuk membuat laporan. "Dalam insiden pelemparan Bus JRG ini tidak ada korban jiwa. Namun penumpang mengalami trauma dan pihak bus juga mengalami kerugian," tutup Iptu Eko.(zb)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved