Rabu, 29 April 2026

Internasional

Menlu dan Menhan Yunani Segera Kunjungi Arab Saudi, Sepakati Pengembangan Rudal Patriot

Pemerintah Yunani akan segera menandantangani kesepakatan dengan Arab Saudi atas pengembangan rudal pertahanan, Patriot-2.

Editor: M Nur Pakar
Supplied/ MOFA Yunani
Diplomat kementerian luar negeri Israel, Emirat, Yunani, dan Siprus mengadakan pertemuan di Siprus selama dua hari mulai Jumat (16/4/2021). 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Pemerintah Yunani akan segera menandantangani kesepakatan dengan Arab Saudi atas pengembangan rudal pertahanan, Patriot-2.

Apalagi, kepentingan bersama telah menyatukan koalisi regional dari negara-negara Timur Tengah dan Mediterania timur.

Dilansir ArabNews, Minggu (18/4/2021) hal itu untuk mendukung stabilitas, memerangi ekstremisme, dan menghormati hukum internasional dalam format bilateral dan multilateral.

Contoh terakhir aktivisme diplomatik ini adalah pertemuan para menteri luar negeri Yunani, Israel, Siprus dan UEA yang berlangsung pada Jumat (16/4/2021).

Juga kunjungan Menteri Luar Negeri (Menlu) Yunani Nikos Dendias dan Menteri Pertahanan (Menhan) Nikos Panagiotopoulos ke Arab Saudi.

Pembicaraan empat arah di kota Paphos di Siprus menandai pertama kalinya UEA berpartisipasi dalam salah satu forum multilateral yang telah dibuat di Mediterania timur sejak 2010.

Di Riyadh, Dendias dan Panagiotopoulos akan menandatangani Perjanjian Status Pasukan yang akan membuka jalan bagi pengembangan baterai antimissile Patriot-2 di Arab Saudi.

Baca juga: Yunani Kembali Perkuat Hubungan dengan Libya, Sepakat Hadang Turki Kuasai Laut Mediterania Timur

Untuk membantu Kerajaan dalam perangnya melawan milisi Houthi di negara tetangga Yaman.

“Jaringan kerja sama regional yang berkembang menciptakan narasi baru, yang memecahkan langit-langit kaca dari narasi restriktif yang berlaku di lingkungan kami sebagai wilayah gejolak, konflik, dan krisis,” kata Nikos Christodoulides, Menlu Siprus dan pembawa acara pertemuan Paphos.

Pembicaraan empat arah akan mendapatkan keuntungan dari normalisasi hubungan baru-baru ini antara Israel dan UEA, dan dapat menawarkan kesempatan bagi UEA untuk bergabung dengan upaya regional lainnya.

“Kemitraan yang terdiri dari Israel dan UEA sangat penting untuk stabilitas regional,” kata Dendias.

“Kami juga menyambut inisiatif regional lainnya yang dilakukan dengan tujuan perdamaian regional, seperti AlUla Accord, serta inisiatif Saudi yang bertujuan membawa perdamaian pada konflik di Yaman," ujarnya.

Spyridon N. Litsas, profesor hubungan internasional di Universitas Makedonia di Yunani, dan di Akademi Rabdan di Abu Dhabi, kepada Arab News mengatakan :

“Pertemuan Yunani, UEA, Siprus dan Israel di Paphos menandakan dua fakta utama. Pertama, UEA dan Israel tampaknya mampu berkontribusi dalam stabilisasi kawasan."

"Kedua, pencegahan diplomatik cerdas mengambil bentuk yang lebih pasti, dan berorientasi pada melawan revisionisme Turki di wilayah tersebut. "

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved