Breaking News:

Distanbun Kembangkan Tanaman Cabai

Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh pada tahun anggaran 2021 ini, akan mengembangkan 100 hektar tanaman cabai merah

SERAMBI/HERIANTO
Seorang pedagang sedang menimbang cabai merah yang di beli warga, di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar, Minggu (17/4/2021). 

* Di Lahan Seluas 100 Hektare

BANDA ACEH - Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh pada tahun anggaran 2021 ini, akan mengembangkan 100 hektar tanaman cabai merah di empat daerah. Empat daerah yang menjadi sasaran lokasi pengembangan tanaman cabai adalah Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, dan Aceh Besar, masing-masing seluas 25 hektare (ha).

Kabid Holtikultura Distanbun Aceh, Ir Chairil MP menyebutkan, selain cabai  merah, masih ada tiga komoditi lagi yang akan dikembangkan lewat sumber dana APBN 2021.

“Komoditi itu adalah bawang merah seluas 60 ha, dengan daerah pengembangan Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues dan Aceh Besar. Masing-masing seluas 15 ha,” katanya, Minggu (18/4/2021).

Selanjutnya tanaman obat (biofarma) seluas 10 ha dan hanya dikembangkan di Aceh Besar. Kemudian tanaman hias bunga (florikultura) seluas 1.000 hektare, di Aceh Tengah. Program-program itu, lanjut Chairil, tahapan pelaksanaannya masih dalam proses persiapan lelang pengadaan bibitnya.

“Setelah bibitnya tersedia, baru dilakukan persiapan lahan dan calon petani yang akan mengembangkannya,” terang Chairil.

Dikatakan, petani yang menjadi peserta pengembangan tanaman cabai dan bawang merah, diberikan bantuan bibit, pupuk, dan pembasmi hama. Dari empat komoditi itu, yang akan dilakukan segera pelelangan bibitnya adalah untuk tanaman cabai dan bawang merah.

Pengadaan bibit cabai dan bawang, bisa dilakukan dari pembibitan lokal, Kecuali jika volume bibit lokal yang dibutuhkan tidak cukup, baru diambil dari luar Aceh, untuk pemenuhannya.

Tujuan dari pembelian bibit lokal, kata Chairil, untuk memotivasi petanisetempat untuk selalu mengembangkan tanaman cabai dan bawang merah lokal.

Kabid Penyuluh Distanbun Aceh, Ir Mukhlis menambahkan, masa tanam cabai dan bawang merah itu tiga bulan atau berkisar 90 hari. Jadi, kalau penanamannya baru dilakukan Mei, panennya pada bulan Agustus 2021.

Bawang Cina Lebih Murah

Sementara seorang pedagangan di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar, Adi mengatakan, cabai dan bawang merah yang dijual di Pasar Induk pada bulan puasa ini, ada barang dari daerah, ada juga dari Sumatera Utara. Harga cabai dan bawang merah asal Sumut dilepas dengan harga Rp 40.000/kg.

Sementara bawang impor dari Cina, harganya sangat murah Rp 20.000/kg, bawang putih Rp 25.000/kg. Cabai dan bawang merah lokal, harganya tetap tinggi, karena pasokannya terbatas, jauh di atas permintaan. Sehingga mendorong harganya bertahap pada angka Rp 40.000/kg.

Sementara tomat, sebut Adi, harganya minggu ini sedang turun pada angka Rp 7.000/kg, sebelumnya Rp 10.000-Rp 12.000/kg. Sedangkan buncis naik Rp 14.000/kg, dari sebelumnya Rp 10.000/kg, wortel turun menjadi Rp 9.000, sebelumnya Rp 10.000/kg.

Kentang tetap Rp 10.000/kg, karena antara pasokan dengan daya belinya masih berimbang, sehingga harga jualnya bertahan sudah dua pekan. Cabai rawit dan hijau, harganya sedang turun, Rp 25.000/kg dari sebelumnya mencapai Rp 35.000/kg.(her)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved