Kamis, 30 April 2026

Internasional

Iran Minta Bantuan Interpol, Tangkap Pelaku Serangan Sabotase Situs Nuklir Natanz

Pemerintah Iran, Minggu (18/4/2021) meminta bantuan Interpol untuk menangkap tersangka serangan sabotase di situs nuklir Natanz.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Instalasi situs nuklir Natanz Iran 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Pemerintah Iran, Minggu (18/4/2021) meminta bantuan Interpol untuk menangkap tersangka serangan sabotase di situs nuklir Natanz.

Iran telah menuduh Israel sebagai dalang serangan, lansir sebuah surat kabar lokal pada Minggu (18/4/2021).

Televisi nasional telah menerbitkan sebuah foto dan mengidentifikasi pria itu bernama Reza Karimi, berusia 43 tahun.

Dilaporkan, kementerian intelijen telah menetapkan perannya dalam sabotase minggu lalu di Natanz.

Penyiar tersebut mengatakan tersangka telah meninggalkan negara itu sebelum insiden itu.

Tetapi, prosedur hukum untuk menangkap dan mengembalikannya ke negara itu saat ini sedang berlangsung.

Baca juga: Dalang Serangan Situs Nuklir Natanz Iran Kabur dari Teheran

Harian Kayhan ultrakonservatif melaporkan dalam edisi Minggu bahwa intelijen dan otoritas yudisial terlibat dalam proses tersebut.

Baik TV pemerintah maupun media lain tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang tersangka.

Kementerian intelijen belum mengeluarkan pernyataan resmi.

Ia menambahkan setelah identitasnya ditetapkan, tindakan yang diperlukan diambil melalui Interpol untuk menangkap dan mengembalikan tersangka ke Iran.

Kayhan tidak merinci bantuan Interpol apa yang diminta.

Hingga Minggu siang, daftar "red notice" publik Interpol secara online tidak memberikan hasil untuk Reza Karimi.

Baca juga: Israel Siap Lakukan Apapun, Untuk Menghentikan Iran Memproduksi Senjata Nuklir

Red Notice adalah permintaan kepada penegak hukum di seluruh dunia untuk mencari dan menangkap seseorang menunggu ekstradisi, penyerahan atau tindakan hukum serupa, menurut situs Interpol.

Sebuah ledakan kecil menghantam sistem distribusi listrik pabrik Natanz seminggu yang lalu, menurut Organisasi Energi Atom Iran.

Kementerian luar negeri Iran menuduh musuh bebuyutan Israel melakukan tindakan terorisme nuklir dan bersumpah akan membalas dendam.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved