Aset Abdya
Bupati Akmal Ibrahim Sebut Masalah Aset di Abdya Banyak yang Belum Tuntas
Di hadapan Indra Khaira Jaya selaku kepala Badan Pemeriksaan Kuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh, Bupati Akmal meminta pencerahan agar solu
Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim SH menyebutkan banyak persoalan aset yang masih harus dituntaskan akibat manajemen yang kurang jelas.
“Akibatnya sejumlah aset itu tidak bisa dipergunakan dengan semestinya,” kata Bupati Akmal saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Perencanaan Pengawasan Berbasis Resiko (BPPBR), Selasa (20/4/2021) di Aula Kantor Bappeda Abdya.
Di hadapan Indra Khaira Jaya selaku kepala Badan Pemeriksaan Kuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh, Bupati Akmal meminta pencerahan agar solusi masalah aset di Abdya bisa segera tuntas tidak berlarut-larut seperti sekarang ini.
"Kita berharap masalah aset ini harus segera tuntas," pintanya.
• Menghebohkan! Selebaran “Bagi-Bagi Proyek” di Bener Meriah Tersebar, Polisi Usut Pelaku dan Motifnya
• Perang Urat Saraf, Jorge Masvidal Sebut Pukulan Kamaru Usman Lembek
Terkadang, katanya, banyak yang tidak mempertimbangkan risiko ketika menyusun sebuah program dari awalnya.
"Pengalaman saya ketika menjadi Bupati pada masa periode lalu, terdapat persoalan yang tidak mempertimbangkan resiko, sehingga bermasalah diakhir," tuturnya.
Untuk itu, Akmal berharap BPKP sebagai auditor pemerintah dapat membantu dalam banyak hal sehingga dapat dimanfaatkan oleh sejumlah instansi terkait di Abdya.
"Saya juga sudah konsultasi dengan BPKP. Berbicara aset saja tidak selesai-selesai mulai dari pertanian hingga perhubungan banyak aset yang belum terselesaikan dokumennya. Saat inilah sedang kita cari solusinya," kata Bupati.
Menurut Akmal, di gudang pertanian banyak alat pertanian yang tidak bisa dipakai. Sehingga, saat ingin dilelang ke pihak ketiga, ternyata dokumen tak ada dan tidak lengkap.
“Apakah ini akan terus menjadi beban kita, tentu tidak. Makanya, perlu dirubah dan perlu kita berubah, agar persoalan ini tidak berlarut-larut," pintanya.
"Jika seperti ini menunjukkan kalau kita tidak cerdas. Karena memang tak ada solusi harusnya ada jalan keluar. Maka dari itu mari kita benahi," sambung Bupati Akmal lagi.
Rekomendasi BPKP dalam beberapa tahun terakhir, tambah Akmal, tidak selesai-selesai hanyalah masalah aset. Seolah-olah terkesan lamban, maka dengan hadirnya BPKP hari ini menjadi kesempatan untuk mencari solusi.
"Semoga kegiatan Bimtek ini menjadi tempat untuk mencapai yang lebih baik agar sama-sama kita didiskusikan caranya," pungkasnya.
Acara itu juga dihadiri Wakil Bupati Abdya Muslizar MT, Sekda Abdya Drs Thamrin, para Kepala SKPK dan peserta bintek dari masing-masing perwakilan SKPK yang akan mengikuti selama tiga hari berturut-turut.
Disamping masalah aset, kegiatan itu juga membahas mengenai resiko yang akan dihadapi dalam perencanaan, dan sistem pengendalian di birokrasi pemerintah.
Kepala Perwakilan BPKP Aceh, Indra Khaira Jaya memaparkan kepada peserta tentang bagaimana membuat sebuah kesejahteraan yang merupakan program dari pemerintah itu sendiri.
Selain itu, juga mengenai bagaimana perencanaan yang sesuai dengan implementasi dalam kehidupan di masyarakat.(*)