Breaking News:

Persiraja Mania

Sang Kapten, Ferry Komul, Pemain Kesayangan Publik Lampineung juga Pamit dari Persiraja Banda Aceh

Kata-katanya itu mengartikan Ferry Komul pamit dari Persiraja Banda Aceh dan akan berlabuh dengan klub baru.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Mursal Ismail
Instagram Ferry Komul
Ferry Komul saat berseragam Persiraja 

Gampangnya para pemain membangun komunikasi dan negosiasi dengan klub lain, karena setelah tersingkir dari Piala Menpora, semua pemain dalam keadaan bebas kontrak atau istilahnya Free Transfer.

Mereka hanya dikontrak singkat untuk ajang pra-musim tersebut.

Lantas mengapa Persiraja membiarkan pemain dalam kondisi "Free Transfer" ?

Presiden Persiraja, Nazaruddin Dekgam kepada Serambinews.com mengatakan, para pemain Persiraja memang hanya dikontrak untuk ajang Piala Menpora.

Selepas itu para pemain memang dalam keadaan bebas ikatan kontrak.

Oleh karena itu, Dek Gam menilai sah-sah saja jika pemain membangun komunikasi dengan klub lain.

Pasalnya, itu juga menjadi hak pemain yang tak terikat perjanjian apa pun.

Alasan Persiraja tidak mengikat pemain dengan kontrak, karena belum adanya kepastian mengenai kompetisi Liga 1 2021.

Pihaknya tidak ingin setelah mengontrak pemain, tapi kompetisi batal bergulir.

Sebenarnya, kata Dekgam, dengan tidak mengontrak pemain bukan berarti klub tidak menginginkan pemain bertahan.

Tapi kondisi yang tidak menentu ini membuat klub harus benar-benar tepat dalam mengambil keputusan.

"Jadi masalahnya, sengaja belum mengikat kontrak pemain jika PT LIB belum memutuskan tanggal berapa mulainya liga," ujar Dekgam.

Oleh karena itu, saat ini untuk mengambil kebijakan kontrak pemain, saat ini Manajemen Persiraja menunggu dikeluarkan jadwal dan kepastian izin kompetisi.

"Jika jadwal sudah keluar dan izinnya sudah pasti, maka besoknya terus kita bisa kontrak para pemain," jelasnya.

Seperti halnya dua calon pemain asing, Ousmane Fane asal Perancis dan Antonio Timothy German asal Inggris.

Dekgam menjelaskan, dalam pembicaraan pihak klub dengan pihak pemain, keduanya sudah sepakat untuk bergabung dengan Persiraja musim depan.

“Mereka sudah sepakat untuk bergabung dengan kita (Persiraja), saat ini prosesnya sudah 90 persen lah,” ujarnya.

Katanya, proses untuk keduanya akan segera ke tahap penandatanganan kontrak.

Namun, kata Dekgam, hingga kini pihak Persiraja Banda Aceh belum menyodorkan penandatanganan kontrak, karena masih menunggu kepastian bergulirnya Liga 1.

Persiraja Banda Aceh patut berhati-hati dalam mengambil keputusan kontrak, karena pernah memiliki pengalaman buruk beberapa bulan lalu.

Liga yang terhenti sejak Maret 2020 sempat akan dilanjutkan pada September 2020.

Namun beberapa hari jelang kick off dan para pemain sudah menetap di Yogyakarta sebagai homebase baru, liga gagal lagi karena tidak ada izin.

Dekgam mengatakan, saat itu klub rugi besar, karena sudah membawa pulang para pemain asing dari negaranya, seperti Vanderlei Fransisco, Bruno Dybal, Adam Mitter dan Samir Ayass.

"Saat itu tiket pulang dan pergi pemain dari Brazil kesini saja sudah beberapa, sudah kita panggil, lalu harus kita pulangkan lagi, karena liga batal lanjut," ujar Anggota DPR RI asal Aceh ini. 

Oleh karena itu, kata Dek Gam, saat ini Persiraja masih menunggu, jika sudah ada kepastian maka klub akan bergerak cepat mencari pemain dan menyusun tim untuk kompetisi Liga 1. (*)

 
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved