Sabtu, 25 April 2026

Bantu Cari KRI Nanggala-402, Pesawat P-8 Poseidon Milik AS Tiba di Bali Malam Ini

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Achmad Riad mengatakan pesawat Poseidon P-8 milik Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) direncanakan tiba, Jumat

Editor: Muhammad Hadi
SHUTTERSTOCK
Pesawat penumpang Boeing P-8 Poseidon milik Angkatan Udara AS. (SHUTTERSTOCK) 

SERAMBINEWS.COM - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Achmad Riad mengatakan pesawat Poseidon P-8 milik Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) direncanakan tiba, Jumat (23/4/2021) malam untuk membantu pencarian kapal selam KRI Nanggala-402.

Riad mengatakan saat ini personel Angkatan Udara AS yang akan bertugas sebagai operator pesawat P-8 Poseidon sudah tiba di Bali.

"Tim dari Poseidon yang nanti akan sebagai operator ataupun membantu P-8 Poseidon Amerika dari US Airforce yang mudah-mudahan bisa datang malam atau dini hari nanti, akan membantu proses pencarian, timnya sudah datang di sini tadi untuk berkoordinasi," kata Riad saat konferensi pers, Jumat (23/4/2021).

Terkait dengan perizinan, kata Riad, P-8 Poseidon sudah mendapat izin masuk ke Indonesia.

Baca juga: KRI Nanggala-402 Harus Ditemukan Sebelum Pukul 03.00 WIB, Berikut Penjelasan KSAL

"Kemudian terkait clearence semuanya sudah clear. Ini sudah kita terima semua, untuk Amerika Poseidon sudah clear," kata Riad.

Sebagaimana diketahui pesawat tersebut merupakan pesawat patroli maritim yang berkemampuan intelijen, pengintaian, serta pencarian dan penyelamatan.

Kapal Selam Indonesia Hilang - Kapal selam KRI Nanggala-402 berlayar mendekati dermaga Indah Kiat di Kota Cilegon, Banten, yang dikabarkan hilang, Rabu (21/4/2021).
Kapal Selam Indonesia Hilang - Kapal selam KRI Nanggala-402 berlayar mendekati dermaga Indah Kiat di Kota Cilegon, Banten, yang dikabarkan hilang, Rabu (21/4/2021). (Cyprianus Anto Saptowalyono)

Pesawat tersebut dirancang untuk misi ketinggian rendah dan mampu mendukung misi kemanusiaan dan pencarian serta penyelamatan.

Kronologi hilang kontak

Yudo mengatakan hingga saat ini keberadaan kapal selam yang membawa 53 orang di dalamnya itu belum diketahui.

Dengan demikian pihaknya masih terus mencari keberadaannya.

Baca juga: Kapal Selam Indonesia Hilang Saat Latihan Torpedo, Ini Spesifikasi Kapal Dijuluki Monster Bawah Laut

"Jadi sampai sekarang belum ada bukti autentik, artinya belum terdeteksi di mana posisinya, sehingga belum kita isyaratkan untuk sub-sunk (tenggelam).

Ini kronologis KRI Nanggala yang sampai saat ini masih dalam pencarian," kata Yudo saat konferensi pers, Kamis (22/4/2021).

Dalam kesempatan itu, Yudo menjelaskan kronologi hilang kontaknya kapal tersebut.

Rencananya kapal tersebut dan unsur TNI AL lainnya akan melaksanakan latihan menembak rudal D802 dan torpedo sebagai bagian dari pembinaan kemampuan dan kekuatan TNI AL.

Kemudian, kata dia, pada Rabu 21 April 2021 dilaksanakan dulu latihan penembakan torpedo dari KRI Nanggala.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved