Breaking News:

Final, Pilkada Aceh 2024 Tertuang dalam Surat Kemendagri

Pilkada Aceh akan dilaksanakan secara serentak bersama dengan daerah lain di seluruh Indonesia pada tahun 2024 mendatang

For Serambinews.com
Dirjen Otda Kemendagri, Akmal Malik. 

BANDA ACEH - Pilkada Aceh akan dilaksanakan secara serentak bersama dengan daerah lain di seluruh Indonesia pada tahun 2024 mendatang. Keputusan itu tertuang dalam Surat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia Nomor 270/2416/OTDA tanggal 16 April 2021.

Dengan keluarnya surat ini, berarti Pilkada Aceh tidak bisa diselenggarakan pada tahun 2022 seperti amanat Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA).

Surat yang ditandatangani Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda), Drs Akmal Malik Msi, atas nama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) itu ditujukan kepada Gubernur Aceh. Surat tersebut dikirim menyusul surat Mendagri Nomor 270/6321/SJ tanggal 20 November 2020 tentang pelaksanaan Pilkada Aceh.

Dalam surat yang kopiannya diterima Serambi, Kamis (22/4/2021), Dirjen Otda, Akmal Malik, menyampaikan dua poin. Pertama; Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 Pasal 201 ayat (3) dan (8) yang menyebutkan bahwa Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, dan Wali Kota/Wakil Wali Kota yang masa jabatannya berakhir di tahun 2022 akan diadakan pemilihan pada November 2024.

Tujuan dilakukan pemilihan kepala daerah serentak pada tahun 2024 adalah, untuk menjamin adanya sinergisitas antara program nasional dengan program daerah serta visi serta misi kepala daerah terpilih. "Selain itu, maksud pemilihan kepala daerah serentak adalah untuk efektivitas dan efesiensi dalam penyelenggaraannya," demikian bunyi surat tersebut.

Kedua; mempedomani ketentuan peraturan perundang-undangan di atas, serta hasil koordinasi antara pemerintah, Komisi II DPR RI, dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI sebagai penyelenggara Pilkada dalam memaknai semua ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya yang mengatur Pilkada Aceh, maka ditegaskan bahwa Pilkada Aceh akan dilaksanakan bersama dengan seluruh pemerintah daerah lain pada tahun 2024.

Surat tersebut ditembuskan ke Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) RI, Mendagri RI, Ketua Komisi II DPR RI, Ketua KPU RI, Ketua DPRA, dan Ketua KIP Aceh.

Serambi sudah berupaya melakukan konfirmasi ke Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda Aceh, Syakir, untuk menanyakan langkah-langkah yang akan diambil Pemerintah Aceh atas keputusan itu. Tapi, hingga berita ini diturunkan tadi malam, belum ada jawaban dari Syakir.

Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin, yang dikonfirmasi terpisah, kemarin, mengatakan, dirinya baru saja bertemu dengan Dirjen Otda Kemendagri, Akmal Malik, dalam pertemuan dengan Menkopolhukam, Mahfud MD, di Jakarta pada Selasa (20/4/2021).

"Surat Dirjen Otda tanggal 16 April, pertemuan dengan Menkopolhukam tanggal 20 April. Pak Akmal sebagai Dirjen Otda Kemendagri yang ikut hadir dalam pertemuan itu sama sekali tidak menyampaikan perihal surat tersebut. Selain itu, tidak ada informasi dari beliau bahwa Pemerintah sudah bersikap terkait Pilkada Aceh," tulis Ketua DPRA melalui pesan WhatsApp (WA) kepada Serambi.

Dahlan yang mengaku sedang berada di Jakarta menambahkan, dalam pertemuan tersebut, Dirjen Otda, Akmal Malik, juga menyatakan dirinya akan ikut keputusan politik pemerintah terkait aspirasi pelaksanaan Pilkada Aceh tahun 2022.

Tak beri tanggapan

Sementara itu, Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Syamsul Bahri, yang dikonfirmasi Serambi, Kamis (22/4/2021), mengatakan, pihaknya belum menerima tembusan surat yang ditujukan ke Gubernur Aceh, tersebut. "Terkait dengan surat ini, kami belum bisa memberikan tanggapan," ujarnya melalui pesan WA.

Syamsul hanya mengatakan bahwa sebelumnya KIP Aceh sudah mengirim salinan keputusan KIP Aceh terkait penundaan tahapan, program, dan jadwal pelaksanaan Pilkada 2022 ke DPRA untuk diteruskan ke Gubernur. "Kami belum tahu sudah sampai di mana prosesnya dan kami tetap menunggu keputusan politik tersebut," demikian Syamsul Bahri. (mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved