Turki Turut Berbelasungkawa Terkait KRI Nanggala-402 : Kami Merasa Kesedihan Mendalam

Melalui Kementerian Luar Negeri Turki, Pemerintah Erdogan menyampaikan belasungkawa mendalam atas kecelakaan kapal selam.

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Safriadi Syahbuddin
Anadolu Agency
Presiden Turki Erdogan 

SERAMBINEWS.COM - Tenggelamnya KRI Nanggala-402 bukan hanya membuat Tanah Air berduka, lebih dari itu negara-negara sahabat juga merasa sedih atas kejadian tenggelam kapal buatan Jerman tersebut.

Salah satu negara yang turut bersuara dan menyampaikan kesedihan atas KRI Nanggala-402 adalah Turki.

Melalui Kementerian Luar Negeri Turki, Pemerintah Erdogan menyampaikan belasungkawa mendalam atas kecelakaan kapal selam KRI Nanggala-402

Melansir dari Anadolu Agency, Minggu (25/4/2021) Turki menyampaikan belangsungkawa kepada Indonesia pada hari Sabtu (24/4/2021) atas kecelakaan kapal selam.

"Kami menerima kabar ini dengan rasa kesedihan yang mendalam, kesedihan bagi kami mendapat berita bahwa kapal selam bersama para awak hilang di lepas pantai pulau Bali," pernyataan Kemenlu Turki.

Pernyataan belasungkawa disampaikan Turki kepada rakyat Indonesia, serta kepada Pemerintah dan Angkatan Laut RI.

Baca juga: 20 Orang Terkaya di Indonesia 2021, Ini Daftar Terbaru versi Forbes

Evakuasi Kapal

Sebelumnya diberitakan Serambinews.com, Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) menyiapkan dua skenario untuk mengevakuasi kapal selam KRI Nanggala-402 yang saat ini dinyatakan berada dalam fase tenggelam setelah hilang kontak sejak Rabu (21/4/2021) di perairan utara Bali.

Saat ini kapal selam tersebut diperkirakan tenggelam dengan kedalaman 800 meter di bawah permukaan laut.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono mengatakan, setelah dilakukan upaya pencarian selama tiga hari, KRI Nanggala-402 terdeteksi tenggelam di kedalaman 850 meter.

Namun demikian, keberadaan pasti kapal selam tersebut masih belum diketahui.

"Unsur-unsur kami yang melaksanakan pendeteksian dan unsur-unsur lain akan berusaha keras, karena kedalaman laut yang dideteksi adalah kedalaman 850 meter," kata Yudo dalam jumpa pers di Bali, Sabtu (24/4/2021).

Dalam upaya pencarian itu, ungkap dia, TNI mendapatkan bantuan dari negara lain seperti Australia, Singapura hingga Amerika Serikat.

Baca juga: Kisah Keluarga Sasson, Sultan Yahudi Kaya Raya Zaman Kuno yang Bisnisnya Menggurita sampai Sekarang

Sebagai upaya melakukan evakuasi, Yudo mengatakan ada dua skenario yang telah disiapkan.

Pertama, dengan metode diembus.

Yaitu, memasukan selang pada pipa yang terdapat pada kapal selam untuk kemudian diangkat naik.

"Jadi di kapal selam itu ada seperti pipa-pipa yang bisa dicelupkan dengan selam bungkus sehingga bisa naik," jelas dia.

Selain itu akan dicoba pula cara kedua evakuasi yakni dengan menggunakan robot.

Teknologi itu saat ini dimiliki oleh Singapura yang diberi nama MV Swift Rescue.

"Swift Rescue punya Singapura juga memiliki kapal selam mini yang memberi sebagai robot di bawah itu untuk memasang peralatan," tambahnya.

Sebagaimana diberitakan KompasTV sebelumnya, setelah dilakukan pencarian selama tiga hari, kapal selam KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam di perairan utara Bali.

Informasi tersebut disampaikan oleh Panglima TNI Hadi Tjahjanto dalam konferensi pers pada Sabtu (24/4/2021).

"Pagi dini hari tadi merupakan batas akhir live support berupa ketersediaan oksigen di KRI Nanggala selama 72 jam.

Baca juga: Suami Bunuh Istri Lagi Hamil, Dibekap Bantal hingga Janin Keluar, Pelaku Marah Dihina Enggak Kerja

Unsur-unsur TNI AL telah menemukan tumpahan minyak dan serpihan yang menjadi bukti otentik menuju fase tenggelamnya KRI Nanggala," ujar Panglima TNI.

Adapun barang yang ditemukan itu antara lain pelurus tabung torpedo, pembungkus pipa pendingin, dan botol oranye pelumas periskop kapal selam seperti dikutip dari Kompas TV dengan judul Masuk ke Fase Tenggelam, TNI AL Siapkan Dua Skenario Evakuasi Kapal Selam KRI Nanggala-402.

Dengan adanya bukti otentik tersebut status submiss (kapal selam hilang) ditingkatkan menjadi subsunk (kapal selam tenggelam) dan terdeteksi di kedalaman 850 meter.

Baca juga: Cegah Covid-19, Personel Gabungan Lakukan Patroli Pendisiplinan Protokol Kesehatan

Hasil Tim Pencari Kapal Selam KRI Nanggala-402

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono mengungkapkan bahwa pihaknya telah menemukan sejumlah benda diyakini milik KRI Nanggala-402 yang hilang dan tenggelam di perairan Utara Pulau Bali, Rabu (21/4/2021).

Yudo mengatakan, terdapat enam benda berupa kepingan komponen yang ditemukan.

Ditemukannya enam benda tersebut diyakini juga bahwa kapal selam itu telah mengalami keretakan.

"Telah ditemukan beberapa kepingan dan barang-barang yang berada di sekitar lokasi terakhir kapal selam itu terlihat saat menyelam itu yang diyakini merupakan bagian atau komponen yang melekat dibagian kapal selam," ucap Yudo dalam konferensi pers, Sabtu (24/4/2021).

Ia juga memastikan bahwa kepingan dan serpihan benda tersebut merupakan bukti otentik KRI Nanggala.

Yudo menjelaskan, kemungkinan benda-benda tersebut terangkat ke luar kapal karena adanya tekanan dari luar atau terjadi keretakan.

"Dengan ditemukannya peralatan yang sudah keluar ini, terjadi keretakan. Karena memang terjadi tekanan kedalaman yang sekian dalamnya sampai 700-800 meter ini tentunya terjadi keretakan terhadap kapal selam tersebut," ungkap dia.

Baca juga: Kisah Pilu Puspa Dewi Nyaris Dibunuh Suami, Sang Ibu: Selalu Dipukuli, Perutnya Diinjak saat Hamil

Dia menjelaskan detail dari enam kepingan benda yang diyakini melekat dalam KRI Nanggala-402.

Berdasarkan penjelasan Yudo, barang pertama yang ditemukan adalah barang dengan warna hitam. Barang itu disebutnya merupakan pelurus tabung torpedo.

"Kemudian pembungkus atau pipa pendingin. Ini ada tulisannya Korea," ujarnya.

Usai mengungkapkan barang temuan kedua tersebut, Yudo menjelaskan sedikit bahwa tulisan Korea itu identik dengan tempat di mana KRI Nanggala-402 pernah menjalani perbaikan atau perawatan di negeri Ginseng.

"Pada saat 2012, KRI Nanggala pernah overhaul di Korea," tambah Yudo.

Barang ketiga yang ditemukan adalah grease atau pelumas yang digunakan untuk pelumasan naik turunnya periskop kapal selam.

Ia menjelaskan, apabila periskop dalam keadaan kering, maka pelumas itu digunakan agar dapat memperlancar periskop.

"Sehingga kalau dia di atas kering, kemudian dikasih pelumas itu oleh anggota," tuturnya.

Adapun pelumas tersebut digambarkan dalam sebuah botol dengan cairan berwarna oranye.

Setelah itu, penemuan berikutnya adalah alat shalat yang dipakai oleh para Anak Buah Kapal (ABK) KRI Nanggala-402.

"Ini diyakini oleh para mantan-mantan ABK KRI Nanggala bahwa ini adalah alas shalat milik KRI Nanggala," katanya seperti dikutip dari Kompas.com dengan judul "Daftar 6 Benda Milik KRI Nanggala-402 yang Ditemukan, Pelurus Tabung Torpedo hingga Alas Shalat".

Barang kelima adalah potongan-potongan sponge yang berfungsi untuk menahan panas pada pressroom sehingga tidak terjadi kondensasi.

Barang keenam adalah tumpahan solar yang dikumpulkan dalam botol. Tumpahan solar ini sebelumnya telah menyebar dan terlihat dalam patroli udara meluas, hingga radius 10 mil.

"Dengan demikian, dengan adanya bukti-bukti otentik yang kini diyakini adalah milik KRI Nanggala, sehingga pada saat ini kita isyaratkan untuk dari submiss kita tingkatkan menuju fase subsunk," ujar Yudo. (*)

BERITA TERKAIT

Baca juga: BERITA POPULER- Satu Keluarga Jadi Bandar Sabu, Pasangan Selingkuh Berzina Hingga Kisah Polisi Turki

Baca juga: BERITA POPULER - Dokter Berfantasi dengan Organ Intim Pasien hingga Oknum Anggota DPRD Selingkuh

Baca juga: BERITA POPULER - Janda Kesepian Digerebek, Kisah Juru Masak Hasan Tiro, hingga Ismed Sofyan Menikah

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved