Breaking News:

Berita Gayo Lues

Miris! Program Karantina Hafiz di Galus Jadi Bancakan Berjamaah, Modusnya Markup Biaya Makan Minum

Polres Gayo Lues atau Galus menangani kasus dugaan korupsi kegiatan makan minum program karantina hafiz di kabupaten tersebut.

Penulis: Rasidan | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Kasatreskrim Polres Gayo Lues, Iptu Irwansyah 

Laporan Rasidan | Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Polres Gayo Lues atau Galus menangani kasus dugaan korupsi kegiatan makan minum program karantina hafiz di kabupaten tersebut.

Program karantina penghafal Al-Quran itu anggarannya mencapai Rp 12,5 miliar lebih, yang bersumber dari APBK pada tahun 2019 lalu.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Serambinews.com, kegiatan karantina hafiz ini total pagu anggarannya sebesar Rp 12,5 miliar.

Dari pagu anggaran itu, untuk kegiatan makan minum mencapai Rp 9 miliar lebih. Kegiatan inilah diduga terjadi penyimpangan dan mark-up serta korupsi secara berjamaah.  

Seperti diketahui, kegiatan karantina hafiz di Gayo Lues berlangsung pada 11 pondok pesantren yang tersebar di 8 kecamatan di kabupaten tersebut.

Baca juga: VIDEO Heboh Kambing Berkepala Manusia Lahir di Kluet Utara Aceh Selatan Gegerkan Warga

Baca juga: India Kehabisan Tempat Bakar Jenazah, Saking Banyaknya Korban Tewas Akibat Covid-19

Baca juga: Besaran Zakat Fitrah dengan Uang di Aceh Singkil Setara Harga 3,6 Kg Kurma Kering, Segini Nilainya

Program karantina penghafal kitab suci Al-Quran ini diselenggarakan selama 90 hari atau tiga bulan.

Berdasarkan pengakuan sejumlah sumber Serambinews.com dari kalangan pimpinan pondok pesantren, selama kegiatan berlangsung para santri yang mengikuti karantina hafiz diberikan makan minum dan snack tiga kali sehari.

Selain itu, para santri peserta karantina hafiz juga diberikan uang saku sebesar Rp 25.000/hari yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing santri.

Masih menurut keterangan pihak pondok pesantren, pagu anggaran untuk makan minum ternyata mencapai Rp 19.500 sekali makan.

Tetapi kenyataannya, realisasi di lapangan uang makan minum santri karantina hafiz hanya Rp 9.500/sekali makan perorang.

Baca juga: Sempat Usul Pindah Tugas sebelum Nanggala 402 Tenggelam, Cica Yuemi Berharap Jasad Suami Ditemukan

Baca juga: Stok Sembako Cukup untuk Satu Minggu ke Depan, Angkutan Barang Medan-Aceh Lancar

Baca juga: Kronologi Kepala BIN Papua Ditembak KKB, Dihadang di Tengah Jalan Hingga Kontak Senjata

Kapolres Galus, AKBP Carlie Syahputra Bustamam, melalui Kasat Reskrim, Iptu Irwansyah kepada Serambinews.com, Senin (26/4/2021), membenarkan, tim penyidik dari Polres Galus telah menangani kasus dugaan korupsi kegiatan karantina hafiz yang diselenggarakan oleh Dinas Syariat Islam (DSI) setempat.

Kasat Reskrim mengatakan, dalam penanganan kasus dugaan korupsi berjamaah pada kegiatan makan minum karantina hafiz tersebut, tim penyidik sudah memeriksa dan memintai keterangan sebanyak 20 saksi.

"Kasus dugaan korupsi pada DSI Galus, hingga saat ini masih tahap penyidikan, bahkan dalam waktu dekat akan ditetapkan calon tersangkanya," tutup Kasat Reskrim.(*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved