Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Orangtua Balita yang Menangis di Jalan Raya Bantah Menelantarkan Anaknya

Dua anak perempuan berusia di bawah lima tahun yang ditemukan menangis di pinggir jalan raya dipastikan bukan korban penculikan maupun penelantaran...

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Jalimin
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Basri dan Noni saat menjemput anak dan keponakannya di Mapolsek Karangbaru, Senin (26/4/2021). Dua balita ini sebelumnya ditemukan warga menangis di jalan raya. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANGDua anak perempuan berusia di bawah lima tahun yang ditemukan menangis di pinggir jalan raya dipastikan bukan korban penculikan maupun penelantaran orang tua.

Hal ini dipastikan setelah kedua orangtua korban, Basri dan Noni muncul di Mapolsek Karangbaru untuk menjemput buah hatinya, Senin (26/4/2021) petang.

Di hadapan polisi, keduanya mengaku sedang pergi bekerja saat anaknya ditemukan warga di tepi jalan raya.

“Saya pagi sudah pergi kerja, kerjanya di dekat rumah juga,” kata Noni yang berprofesi sebagai asisten rumah tangga.

Sementara suaminya, Basri berprofesi sebagai buruh bangunan yang siang itu juga sedang berada di lokasi pekerjaan.

“Saya pergi jam satu siang, saat itu anak-anak masih ada di rumah,” kata Basri.

Keduanya kompak mengatakan selama ini ada kerabat mereka yang membantu mengasuh.

“Ada yang jaga, makanya terkejut pas dibilang tersesat sampai ke polsek,” ujar Noni.

Kapolsek Karangbaru, AKP Yozana Fajri melalui Kasi Humas Aiptu Syahril mengingatkan keduanya untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terlebih korban masih berusia balita.

“Apapun alasannya, tadi kalau tidak langsung diantar warga ke polsek, bisa saja anak-anak ini disenggol kendaraan. Keselamatan mereka terancam,” kata Syahril.

Syahril pun secara tegas mengatakan kedua orangtua anak tersebut bisa dijerat UU Perlindungan Anak dan Perempuan.

“Ini menjadi catatan, silahkan pulang. Tapi kali terulang, bisa dijerat UU Perlindungan Anak dan perempuan,” tegasnya.

Sebelumnya warga mengantakan dua anak perempuan berusia di bawah lima tahun ke Mapolsek Karangbaru setelah terlihat menangis dan berjalan tak tentu arah di jalan lintas Medan – Banda Aceh, Karangbaru, Aceh Tamiang, Senin (26/4/2021).

Sesekali warga melihat keduanya berada di depan eks panggung hiburan rakyat (PHR) dan sekali waktu berada di dekat jembatan Kota Kualasimpang.

“Jalan gandengan tangan sambil menangis. Kita takutnya disambar mobil, kan ini jalan lintas banyak kendaraan besar,” kata seorang warga.

Warga sempat mencurigai keduanya korban penculikan yang ditinggal pelaku di pinggir jalan. Namun kepedulian warga untuk membawa keduanya ke kantor polisi baru dilakukan sore hari atau setelah keduanya lebih dari tiga jam berkeliaran di tepi jalan raya.(*)

Baca juga: Dituding Terima Fee Proyek, Bupati Bener Meriah, Tgk Sarkawi: Itu tidak Benar

Baca juga: Media Korsel Beberkan Fakta Mengejutkan KRI Nanggala-402, Tulis Soal Latihan dan Usia Kapal Tua

Baca juga: Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-25, Mendagri Minta Kebijakan Penangan Pandemi Paralel dan Simultan

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved