Breaking News:

Ramadhan Mubarak

Ramadhan Bulan Produktif

Waktu tak dapat dimajukan atau dimundurkan semau kita. Maka, sudah sepantasnya manusia memanfaatkannya secara baik, efektif, dan semaksimal

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/FOR SERAMBINEWS
Dr. Sri Rahmi, MA 

Oleh Dr. Sri Rahmi, MA

Setiap waktu dalam bulan Ramadhan adalah nikmat yang agung dari Allah SWT kepada manusia. Tidak ada seorang pun yang bisa membeli waktu atau menukarnya dengan apapun. Waktu tak dapat dimajukan atau dimundurkan semau kita. Maka, sudah sepantasnya manusia memanfaatkannya secara baik, efektif, dan semaksimal mungkin untuk sesuatu yang bermanfaat.

Islam menganjurkan agar manusia memanfaatkan waktu dan kesempatan yang dimiliki sehingga ia tidak termasuk golongan orang yang merugi. Sebagaimana termaktub dalam Quran Surat "Ashr” yang artinya, 1. Demi masa. 2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, 3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran". (QS. Al-Ashr: 1-3).

Ramadhan yang hanya sebulan, waktunya akan berlalu dengan sia-sia jika hanya diisi dengan aktivitas yang tidak produktif bagi peningkatan iman dan takwa. Padahal, tidak ada satu orang pun yang tahu, apakah dirinya akan berjumpa kembali dengan Ramadhan di tahun yang akan datang, atau ini merupakan Ramadhan terakhir baginya.

Meskipun pemerintah mengurangi waktu bekerja di kantor dan sebagian lembaga pendidikan diliburkan, sejatinya, berpuasa pada bulan Ramadhan tidaklah menjadikan aktivitas umat Islam berkurang, apalagi larut dalam kemalasan. Justru pada saat melaksanakan puasa, umat Islam harus lebih produktif, bersemangat, dan bertenaga. Sebab, tidak sedikit peristiwa penting dan bersejarah dalam dunia Islam yang terjadi pada bulan Ramadhan. Sebut saja, turunnya ayat suci Alquran pertama kali pada bulan Ramadhan.

Kemenangan pasukan Rasulullah SAW dalam Perang Badar, pada 17 Ramadhan tahun 7 Hijriah. Tariq bin Ziyad berhasil menaklukkan Andalusia pada Ramadhan tahun 92 Hijriah. Bahkan, Tariq memimpin armada Islam menyeberangi laut yang memisahkan Afrika dan Eropa, serta banyak pristiwa lainnya. Serangkaian peristiwa penting pada bulan Ramadhan tersebut, mengilustrasikan bahwa Ramadhan tidak hanya menjadi sarana penempaan jiwa dan spiritual, tapi juga dapat menjadi sarana bagi umat Islam untuk meningkatkan produktivitas raganya.

Rasulullah SAW lebih menghargai umatnya yang produktif daripada yang bermalas-malasan. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya, andaikan ada di antara kalian yang berusaha membawa seutas tali dan pergi ke sebuah bukit untuk mencari kayu bakar. Kemudian, kayu bakar itu dipikul di punggungnya untuk dijual. Sehingga dia dapat memenuhi kebutuhannya. Tentunya, tindakan itu jauh lebih terhormat, ketimbang ia meminta-minta kepada orang lain". (HR Bukhari).

Spirit yang ingin dibangun Rasulullah melalui hadis tersebut, umat Islam harus menjadi umat yang produktif untuk memenuhi kebutuhannya. Meskipun, harus bekerja kasar mengambil kayu bakar di hutan kemudian menjualnya, daripada terlena dalam kemalasan dan meminta-minta.

Oleh karena itu, setiap aktivitas umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan, baik itu hablumminallah maupun hablumminannas haruslah dilakukan dengan kegembiraan, kesenangan, kekuatan, dan semangat mengharap ridha Allah. Sebab, nilai ibadah puasa seorang Muslim bergantung pada seberapa maksimal dan produktif dalam mendekatkan diri kepada Allah.

Sebagaimana Allah ingatkan dalam Alquran, "Dan setiap orang memperoleh tingkatan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan, dan agar Allah mencukupkan balasan perbuatan mereka, dan mereka tidak dirugikan" (QS al-Ahqaf [46]: 19). Ayat ini bener-benar membuat setiap Muslim untuk sebisa mungkin berlomba-lomba menjalani ibadah Ramadhan dengan semaksimal mungkin.

Jika di luar bulan Ramadhan, hablumminaallah bagi sebagian orang hanya shalat lima waktu dikarenakan rutinitas pekerjaan yang padat, maka saat Ramadhan ini, bisa menjadi lebih produktif dengan tambahan ibadah- ibadah sunah lainnya, seperti shalat tarawih, membaca Alquran, dan lain sebagainya.

Demikian juga dengan hablumminannas, di mana segala bentuk ibadah dengan sesama manusia, akan dilipatgandakan pahalanya dalam bulan mulia ini. Menyantuni fakir miskin, bersedekah, menolong orang lain yang membutuhkan bantuannya sampai pada menyediakan makanan untuk berbuka puasa dapat menjadi aktivitas produktif yang kadangkala tidak punya cukup waktu untuk kita seimbangkan dalam hari-hari di luar bulan Ramadhan.

* Penulis adalah Dosen UIN Ar Raniry, Ketua Asosiasi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Se-Indonesia. Email: srirahmi77@gmail.com

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved