Breaking News:

Kasus Sapi Kurus Sare

Usut Dugaan Korupsi Sapi Kurus Saree, Polda Aceh Turunkan Tim ke LKPP Medan

Menurut dia, dengan adanya hasil yang dikeluarkan ahli LKPP Medan, untuk kasus pengadaan sapi saree, Polda Aceh akan meminta keterangan perhitungan ke

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Ansari Hasyim
For Serambinews.com
Dirreskrimsus Polda Aceh, Kombes Margiyanta. 

Laporan Asnawi Luwi |Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Tipidkor Polda Aceh menurunkan tim ke Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) Medan terkait proyek dugaan korupsi pengadaan sapi saree dan proyek lainnya di UPTD Saree tahun 2017 mencapai Rp 158 miliar.

"Kita telah turunkan tim ke LKPP Medan, insya Allah dalam waktu dekat ini sudah ada hasilnya," ujar Dirreskrimsus Polda Aceh, Kombes Margiyanta SH, kepada Serambinews.com, Selasa (27/4/2021).

Menurut dia, dengan adanya hasil yang dikeluarkan ahli LKPP Medan, untuk kasus pengadaan sapi saree, Polda Aceh akan meminta keterangan perhitungan kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh.

Sekda Aceh, dr Taqwallah MKes didampingi Kadis Peternakan Aceh, drh Rahmandi MSi memantau ternak sapi di kandang UPTD IBI, Saree, Aceh Besar, Sabtu (13/6/2020).
Sekda Aceh, dr Taqwallah MKes didampingi Kadis Peternakan Aceh, drh Rahmandi MSi memantau ternak sapi di kandang UPTD IBI, Saree, Aceh Besar, Sabtu (13/6/2020). (FOTO/HUMAS SETDA ACEH)

Ditambahnya, proyek pengadaan sapi ini seperti menjadi "ladang empuk" di Aceh, karena pengadaan sapi juga dianggarkan dari dana Otsus Aceh tahun 2017/2018 di kabupaten lainnya seperti ternak kambing dan sapi di Dinas Pertanian Aceh Tenggara.

"Tak tertutup kemungkinan, pengadaan sapi/kambing juga di Kabupaten lain seperti di Dinas Pertanian Aceh Tenggara dan daerah kabupaten lain akan dilakukan penyelidikan penyaluran dan proyek pengadaan ternak tersebut," ujar Dirreskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol Margiyanta.

Seperti diketahui, Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh, melakukan penyelidikan (lidik) dugaan korupsi perternakan sapi di UPTD Insemilasi Buatan Inkubator (IBI) Saree, Aceh Besar mencapai Rp 158 miliar.

Dirreskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol Margiyanta, kepada Serambinews.com, Rabu (17/6/2020) mengatakan, mereka saat ini sedang melakukan penyelidikan pengelolaan peternakan sapi di UPTD IBI Saree mencapai Rp 158 miliar.

Proses pengadaan ternak sapi dimulai pada Desember tahun 2016 mencapai ratusan ekor dan saat itu sapi belum memiliki kandang ternak.

Kemudian, tahun 2017 dilakukan pengadaan pakan ternak di UPTD IBI Saree.

Namun, pengadaan pakan ternak itu pada akhir Desember 2017, bahkan anggaran cukup besar dialokasikan tahun 2019 hingga 2020 agar ternak sapi tersebut berkembang namun tak sesuai dengan harapan anggaran yang telah dihabiskan.

Akibatnya, ternak tersebut kurus dan tak terurus sehingga menjadi sorotan publik karena menelan anggaran ratusan miliaran. Mereka telah mengumpulkan bahan keterangan (Pulbaket).

Bahkan, mereka juga telah memeriksa sejumlah saksi dari para karyawan atau pekerja yang menjaga ternak sapi di UPTD IBI Saree tersebut.

Pihaknya juga akan melakukan penyelidikan terhadap proses tender atau pengadaan ternak sapi untuk UPTD IBI Saree dibawah Dinas Peternakan Aceh.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala UPTD IBI Saree, Zulfadli, kepada Serambinews.com, Jumat (5/6/2020) mengatakan, jumlah ternak sapi 480 ekor jantan dan sapi betina dan ada sapi yang sakit dan kurus.

Hal ini, Menurut dia, karena kekurangan pakan konsentrat (pakan tambahan), hijauan dan khusus konsentrat dua bulan telah drop.

Namun, ke depan pihaknya akan maksimalkan pemotongan rumput hijau makanan tanah (HMT) tiga kali lipat dari yang selama ini dipotong.

Menurut dia, pengembangan sapi tersebut adalah untuk pilot projek namun, karena sapinya terlalu banyak dan ada yang beranak dan belum dikeluarkan untuk dipeliharakan kepada warga sehingga ternak tersebut ada yang kurus.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved