Breaking News:

Warga Selamatkan Padi Jelang Sahur, Antisipasi Banjir di Matangkuli

Puluhan warga dari sejumlah desa di Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, pada Senin (26/4) sekitar pukul 03.00 WIB

Editor: bakri
SERAMBINEWS/Dok Kodim Aceh Utara
Babinsa Koramil 15/Matang Kuli Jajaran Kodim 0103/Aceh Utara sedang melakukan pemantauan kondisi Banjir di Gampong Alue Thoe, Kecamatan Matang Kuli, Aceh Utara, Selasa (27/4/2021). 

LHOKSUKON– Puluhan warga dari sejumlah desa di Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, pada Senin (26/4) sekitar pukul 03.00 WIB dini terpaksa turun ke sawah untuk menyelamatkan padi yang sudah dipanen dengan menggunakan sabit. Hal ini dilakukan warga untuk mengantisipasi agar padi yang baru dipanen tidak dibawa arus banjir.

Pasalnya, setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras dari Minggu (25/4) sore sampai malam, tiga jam kemudian atau pada Senin (26/4), menyebabkan air meluap dari sungai yang mengelilingi kawasan tersebut ke rumah warga. Sebagian penduduk di kawasan itu masih memanen padi menggunakan sabit, karena tak bisa dilintasi mesin potong padi.

“Semalam sekitar pukul 01.00 WIB ketika saya pulang dari Keude Matangkuli melintasi sungai. Karena airnya sudah mulai penuh, kemudian saya kabari ke warga,” lapor Bustanul Hakiki (30), warga Desa Siren Kecamatan Matangkuli kepada Serambi, Senin(26/4/2021). Kemudian, sejumlah warga yang sudah memanen padi mulai mempersiapkan diri.

Satu jam kemudian, beberapa warga di Desa Siren yang sudah memanen padi mengajak sejumlah pendudukan lain untuk menyelamatkan padi yang sudah siap panen. Ternyata, bukan hanya warga dari Siren saja, tapi beberapa warga dari Desa Lawang, Meunye, Pante, dan Beuringen Pirak kemudian turun ke sawah untuk menyelamatkan padi yang sudah dipanen.

Sementara Johana Rida alias Raja (30), warga Desa Alue Tho kepada Serambi, menyebutkan, air mulai merendam rumah warga sekitar pukul 07.00 WIB, dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter. Selain merendam rumah,  jalan dan juga padi warga yang sedang, dan sudah panen juga ikut terendam.

Menurutnya, kendati sekitar pukul 15.00 WIB sudah mulai surut, tapi sangat berpotensi terjadi kembali banjir, karena beberapa kawasan Aceh Utara dipastikan sedang diguyur hujan deras, sehingga sangat besar kemungkinan akan terjadi banjir lagi. “Karena, sebagian warga yang sudah panen padi, tapi sudah direndam banjir,” ujar Johana.

Sementara warga Desa Hagu, Muhammad Nasir kepada Serambi, menyebutkan, banjir kali ini tidak terlalu parah dibandingkan dengan yang terjadi sebelumnya. Selain itu, hanya sebagian rumahnya saja yang sudah terendam. “Tidak parah, tapi padi juga ikut terendam juga padahal sudah jelang panen,” ujar Nasir.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Tri Hadiyanto melalui Kapolsek Matangkuli, Iptu Asriadi kepada Serambi, Senin (26/4/2021), menyebutkan, berdasarkan hasil pantauan petugas di lapangan, ada lima desa yang terdampak banjir pada Senin kemarin akibat luapan air Sungai Krueng Keureuto. Kelima gampong itu Desa Hagu, Desa Alue Thoe, Desa Tanjong Haji Muda Desa Siren, dan Desa Lawang

“Situasi sampai saat ini di wilayah Matangkuli, debit air sudah surut, dan warga masih memilih bertahan di rumahnya masing-masing,” ujar Kapolsek Matangkuli.  Banjir tersebut adalah kiriman dari Kecamatan Paya Bakong yang terjadi setelah kawasan itu diguyur hujan deras.(jaf)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved