Breaking News:

Ramadhan Mubarak

Menanti dan Mengisi Lailatul Qadar

Istilah Lailatul Qadar (layl al-qadr) tidak asing bagi umat Islam, khususnya ketika bulan Ramadhan tiba, karena merupakan malam (waktu) yang sangat

For serambinews.com
Prof. Dr.  Al Yasa` Abubakar, MA 

Oleh Prof. Dr.  Al Yasa` Abubakar, MA

Istilah Lailatul Qadar (layl al-qadr) tidak asing bagi umat Islam, khususnya ketika bulan Ramadhan tiba, karena merupakan malam (waktu) yang sangat diberkati, ketika semua ibadah dan amal baik diberi pahala berlimpah. Istilah Lailatul Qadar ditemukan dalam Alquran surat ke-97 (al-Qadr, Kemuliaan, lima ayat), yang secara bebas bermakna: Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Alquran, kitab Ilahi) ini pada malam kemuliaan (al-qadr).

Dan apakah kamu tahu apa malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan merupakan (malam yang) lebih baik dari seribu bulan; pada malam itu para malaikat turun secara berbondong-bondong untuk menjalankan segala titah dengan izin Tuhannya; malam itu aman (dari keburukan ruhani) sampai fajar terbit.

Seperti jelas tertera dalam ayat-ayat di atas, malam ini mempunyai beberapa kelebihan. Pertama, merupakan waktu yang dipilih Allah untuk mulai menurunkan Alquran. Kedua, para malaikat, atas izin dan perintah Allah, turun (ke bumi) untuk melaksanakan berbagai perintah yang diberikan Allah kepada mereka. Ketiga, malam ini penuh dengan keberkatan dan kesejahteraan sampai fajar tiba. Keempat, malam ini sangat baik untuk beribadah dan berdoa karena lebih baik dari seribu bulan.

Bagaimana penjabaran lebih kongkrit empat keutamaan di atas? Menurut hadis-hadis Nabi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Lailatul Qadar kemungkinan besar terjadi pada salah satu malam di bulan Ramadhan, yang beliau pertajam lagi menjadi malam-malam ganjil, yang beliau persempit lagi, lebih sering terjadi pada sepuluh malam yang terakhir dari bulan Ramadhan.

Karena itu, Rasulullah sangat menggalakkan para keluarga dan sahabatnya untuk membaca Alquran, berzikir, serta melakukan shalat dan ibadat sunat lainnya, di samping berdoa secara khusyuk dan sungguh-sungguh dan kalau dapat selalu berada di masjid untuk beri'tikaf pada sepuluh hari yang terakhir itu.

Beliau sendiri (Rasulullah) sekiranya berada di Madinah, selalu berada di masjid, dan hanya keluar untuk keperluan rutin dan primer seseorang seperti mandi, berwudhuk, makan, dan sebagainya pada sepuluh hari terakhir ini. Istri-istri beliau dan orang perempuan pun beliau dorong agar sepenuhnya melakukan iktikaf dan beribadah di masjid secara penuh pada sepuluh hari yang terakhir ini.

Sesuai dengan yang tertera pada ayat-ayat di atas dan hadis-hadis, maka kelebihan Lailatul Qadar lebih tepat dipahami sebagai malam yang sangat mulia untuk beribadat karena lebih mulia dari seribu bulan. Maksudnya, ibadah yang dilakukan pada malam itu lebih baik dari ibadah yang dilakukan secara berturut-turut selama seribu bulan.

Lalu, bagaimana cara yang lebih bermakna yang dapat kita persiapkan untuk memperoleh berkah Lailatul Qadar. Barangkali, dengan beribadah dan berdoa secara sungguh-sungguh pada setiap malam sejak awal sampai akhir Ramadhan, maka insya Allah kita akan berhasil menemukan Lailatul Qadar. Logikanya sederhana saja. Karena Lailatul Qadar terjadi pada malam hari bulan Ramadhan, dan kita beribadah setiap malam maka salah satunya tentu akan merupakan Lailatul Qadar.

Menurut penulis, pemahaman inilah yang lebih sesuai dengan ajaran dan tuntunan Nabi, karena beliau menyuruh umat untuk beribadah secara sungguh-sungguh terutama pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, dan tidak menyuruh umat untuk menunggu atau mencari kapan Lailatul Qadar terjadi secara spesifik.

Mudah-mudahan, sisa Ramadhan yang masih ada dapat kita manfaatkan secara maksimal untuk beribadah termasuk berdoa secara sungguh-sungguh. Semoga sebagian ibadah dan doa kita tersebut kita lakukan pada Lailatul Qadar, sehingga akan memperoleh barakah dan pahala melimpah seperti dijanjikan Allah dalam ayat di atas, walaupun tidak kita ketahui secara pasti.

Kita tidak perlu mencari, menunggu, atau mengetahui kapan Lailatul Qadar terjadi. Dengan beribadah dan berdoa pada setiap malam selama Ramadhan, Insya Allah kita sudah menemukan Lailatul Qadar. Insya Allah dengan beribadah dan berdoa pada setiap malam Ramadhan, kita akan mendapat imbalan yang lebih baik dari ibadah dan doa selama seribu bulan, seperti dijanjikan Allah dalam ayat di atas. Wallahu a`lam bish-shawab wa ilayhil marji` wal ma`ab.

* Penulis adalah Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh. Email: abu.erbakan@gmail.com

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved