Minggu, 19 April 2026

Internasional

Abdel Fattah El-Sisi Siap Terapkan Pola Pendidikan Jepang di Mesir

Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Rabu (28/4/2021) menerima pakar Jepang yang mengawasi sistem sekolah Mesir-Jepang di Kairo.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Presiden Mesir Abdel-Fattah El-Sisi 

SERAMBINEWS.COM, KAIRO - Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Rabu (28/4/2021) menerima pakar Jepang yang mengawasi sistem sekolah Mesir-Jepang di Kairo.

Di hadapan Tarek Shawky, Menteri Pendidikan, dan Nevin Farouk, pengawas Unit Sekolah Mesir-Jepang, El-Sisi menegaskan pola pendidikan Jepang harus segera diterapkan.

Pertemuan tersebut meninjau upaya para ahli, yang bekerja dalam koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Mesir.

Hal itu untuk menerapkan model pendidikan yang disebut “Tokkatsu” di sekolah-sekolah.

“Presiden memuji upaya besar yang telah dilakukan oleh para ahli Jepang dalam proyek nasional penting yang datang dalam kerangka strategi negara untuk membangun karakter Mesir sejak tahap awal,” kata juru bicara kepresidenan.

Dilansir AFP, itu menjadi bagian dari strategi Mesir untuk menciptakan sistem pendidikan yang komprehensif.

Juga akan ada keseimbangan antara aspek akademik dan pengembangan kemampuan individu untuk berpikir dan berinovasi.

Dikatakan bahwa sistem tersebut bertujuan untuk mempersiapkan siswa yang berkepribadian seimbang dan memiliki nilai kemanusiaan dan moral.

Para ahli Jepang menekankan ketajaman mereka untuk bekerja dalam mengkonsolidasikan dasar-dasar sistem pendidikan Jepang di Mesir.

Termasuk proses pelatihan guru dan pengembangan kurikulum pendidikan dalam koordinasi dengan Kementerian Pendidikan.

Mereka memuji keseriusan negara Mesir untuk mengembangkan sistem pendidikannya sesuai standar tertinggi.

Mereka mengatakan evaluasi kinerja baru-baru ini mencerminkan keberhasilan sistem baru dan menetapkan prinsip-prinsip dasar sistem pendidikan Jepang.

Para ahli memuji para guru Mesir atas kemampuan mereka untuk memahami konsep.

Prinsip sistem pendidikan Jepang dan menanamkannya pada anak-anak dengan cepat.

Shawky membahas pelatihan guru Mesir yang dikirim ke Jepang untuk mempelajari sistem dan mendapatkan kualifikasi dan pengalaman yang diperlukan.

Sekitar 120 guru dan kepala sekolah telah mengunjungi Jepang dari sekolah baru.

Kemudian, pekerjaan sedang dilakukan untuk mengirim lebih banyak lagi setelah pandemi Covid-19 berakhir.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved