Rabu, 8 April 2026

Berita Banda Aceh

Peringatan Hari Buruh di Aceh akan Dilaksanakan dengan Peserta Terbatas

Besok, mereka hanya membentangkan spanduk di Bundaran Simpang Lima, untuk menginformasikan mengenai aspirasi para buruh, sekaligus sebagai pengingat..

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ MUHAMMAD NASIR
Ketua Aliansi Buruh Aceh, Saiful Mar yang didampingi Sekjen Aliansi Buruh Aceh, Habibi Inseun SE saat berkunjung ke Kantor Harian Serambi Indonesia, Kamis (29/4/2021). 

Besok, mereka hanya membentangkan spanduk di Bundaran Simpang Lima, untuk menginformasikan mengenai aspirasi para buruh, sekaligus sebagai pengingat jika besok adalah hari buruh.

Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Buruh di Aceh akan memperingati hari buruh se-dunia atau may day, Sabtu (1/5/2021) di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini hari buruh di Aceh diperingati secara terbatas, karena masih pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Aliansi Buruh Aceh, Saiful Mar yang didampingi Sekjen Aliansi Buruh Aceh, Habibi Inseun SE dan sejumlah pengurus saat berkunjung ke Kantor Harian Serambi Indonesia, Kamis (29/4).

Peringatan hari buruh kali ini meniadakan long march.

Besok, mereka hanya membentangkan spanduk di Bundaran Simpang Lima, untuk menginformasikan mengenai aspirasi para buruh, sekaligus sebagai pengingat jika besok adalah hari buruh.

Aliansi Buruh Aceh akan lebih banyak melakukan advokasi melalui media, seperti talkshow radio.

Baca juga: Sedang Jadi Perbincangan, Ini Sosok Lily Sofia yang Check In Hotel Diduga Bersama Munarman

Hal itu karena ada keterbatasan kegiatan, di tengah meningkatkan kasus positif Covid-19.

Saiful Mar mengatakan, dalam peringatan hari buruh, para buruh Aceh menawarkan dua opsi kepada pemerintah.

Pertama, revisi qanun nomor 7 tahun 2014 tentang ketenagakerjaan, karena masih banyak turunannya berupa pergub yang harus dikeluarkan.

Kedua, mempercepat hadirnya lembaga kerja sama (LKS) di kabupaten/kota, serta memperbanyak pengawas ketenagakerjaan.

Karena, lanjutnya, saat ini ada 4 ribu perusahaan di Aceh yang hanya diawasi oleh 26 orang petugas.

Sementara Habibi Inseun menyampaikan, hingga saat  ini masih banyak buruh di Aceh yang belum mendapatkan upah yang layak.

Sehingga momentum hari buruh ini, mereka akan menyampaikan sejumlah aspirasi kepada masyarakat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved