Breaking News:

Video

VIDEO - Kapal Selam Jerman yang Tenggelam di Turki pada Perang Dunia II akan Menjadi Wisata Diving

Saat Perang Dunia II Jerman mengirim armada kapal selam ke Laut Hitam sebagai bagian dari Operasi Barbarossa dan menuntut dibukanya selat dari Turki.

SERAMBINEWS.COM, KOCAELI - Kapal selam Jerman U23 yang tenggelam di Turki pada saat Perang Dunia Kedua, akan menjadi spot wisata diving.

Kapal selam yang karam di kedalaman 40 meter dan 2 mil dari Laut Hitam itu ditemukan oleh Angkatan Laut Turki.

Spot itu akan menjadi daya tarik wisata menyelam di provinsi Kocaeli barat Turki.

Klub olahraga lokal, Denizyildizlari, berencana menyelenggarakan sesi menyelam untuk membawa kapal selam Jerman U23 dengan penggemar selam di lepas pantai distrik Kandıra.

Bangkai kapal selam ini ditemukan selama latihan oleh Angkatan Laut Turki pada tahun 1994, yang terletak di lepas pantai Karasu Sakarya.

Berbicara kepada Anadolu Agency, instruktur selam Klub Olahraga Denizyildizlari, Sedat Türkmen menyatakan “Hanya ada distorsi dan jejak yang disebabkan oleh bom hingga kapal tersebut tenggelam,” katanya.

Instruktur selam lain dari klub olahraga, Alper Korkmaz mencatat bahwa setelah penemuan kapal selam Jerman U23, penyelidikan pertama dilakukan untuk membawanya ke pariwisata.

"Dengan dukungan pemerintah kota, tahun ini kami akan memasukkan kapal selam U-23 itu ke dalam layanan penyelam," kata Korkmaz.

Selama Perang Dunia II, Jerman mengirim armada kapal selam ke Laut Hitam sebagai bagian dari Operasi Barbarossa dan menuntut dibukanya selat dari Turki.

Namun, Turki menutup selat untuk kapal militer sesuai dengan Konvensi Montreux Mengenai Rezim Selat dan memasang jalur magnet di Dardanella dan Bosphorus untuk mencegah jalur rahasia kapal selam.

Setelah itu, Jerman membongkar 6 kapal selam kelas II-B tonase kecil (U9, U18, U19, U20, U23, dan U24) dengan panjang 40 meter di Hamburg Kiel dan diangkut ke Pelabuhan Constanta di Rumania melalui jalur darat dan sungai.

Kapal selam dipasang kembali di sini dan ditempatkan di Laut Hitam. Kapal selam yang disebut armada U-boat ke-30, melakukan 56 operasi melawan angkatan laut Rusia dari 27 Oktober 1942 hingga 25 Agustus 1944.

Menjelang akhir perang, Jerman meminta pemerintah Turki untuk membuka selat bagi 3 kapal selam U19, U20, dan U23 yang terperangkap di Laut Hitam, namun permintaan ini ditolak.

Menyadari bahwa dia tidak punya pilihan lain, Laksamana Karl Donitz mengirim perintah kepada komandan kapal selam untuk menenggelamkan kapal mereka dan karam di Turki.(Anadolu Agency)

Baca juga: Indonesia Berencana Angkat KRI Nanggala-402, Pakar Kapal Selam Australia: Menyulitkan

Baca juga: Kapal Perang Turki Kirim Signal ‘Pray For KRI Nanggala’, Kru KRI Sultan Iskandar Muda-367 Terharu

Penulis: yuhendra saputra
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved