KRI Nanggala 402
Indonesia Berencana Angkat KRI Nanggala-402, Pakar Kapal Selam Australia: Menyulitkan
Rencana Indonesia untuk mengangkat KRI Naggala-402 dari kedalam 838 meter membuat pakar kapal selam Australia kebingungan.
SERAMBINEWS.COM – KRI Nanggala-402 yang tenggelam pada Rabu (21/4/2021) lalu masih menyisakan kesedihan mendalam bagi rakyat Indonesia.
Kapal selam tersebut karam di kedalaman 838 meter di perairan utara Bali.
TNI Angkatan Laut mengatakan bahwa mereka akan berusaha untuk mengangkat kapal selam KRI Nanggala-402 dari dasar laut.
Kapal selam KRI Nanggala-402 buatan Jerman itu memiliki berat 1.400 ton.
TNI Angkatan Laut pun masih mendiskusikan cara mengangkat kapal selam KRI Nanggala 402 yang tenggelam di kedalaman 838 meter.
Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muda TNI Muhammad Ali mengatakan cara pengangkatan kapal dilakukan berdasarkan titik kedalaman tenggelamnya kapal selam.
Tingkat kedalaman tersebut, kata Ali, juga mempengaruhi tingkat kesulitan pengangkatan kapal.
Baca juga: Luapkan Kemarahannya, Kapten Vincent Sebar Bukti Perselingkuhan Istri dengan Pria Berondong
Baca juga: Ada Aksi Penggalangan Dana Beli Kapal Selam Pengganti Nanggala-402, Diprakarsai Masjid Jogokariyan
Baca juga: HAMAS Jogokariyan Galang Dana Dukung Pengadaan Kapal Selam Baru Pengganti KRI Nanggala-402
"Rencana kita masih kita diskusikan bagaimana caranya mengangkat. Karena kedalamannya ini tidak dangkal. Ini termasuk yang dalam. Lebih dalam dari kejadian kapal selam Argentina San Juan. Ini 838 meter," kata Ali saat konferensi pers di Mabes TNI AL Cilangkap Jakarta Timur pada Selasa (27/4/2021).
Rencana Indonesia untuk mengangkat KRI Naggala-402 dari kedalaman 838 meter membuat pakar kapal selam Australia kebingungan.
Frank Owen, pakar sekaligus sekretaris Institut Kapal Selam Australia mengatakan bahwa itu menyulitkan.
"Mengangkat kapal selam adalah prestasi logistik yang sangat sangat signifikan," kata Owen, dikutip dari ABC, Selasa (27/4/2021).
Ia menambahkan bahwa, mengangkat jenazah satu per satu, atau tanpa mengangkat seluruh kapal selam, akan menjadi tantangan nyata.
"Itu benar-benar akan berurusan dengan kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh,” paparnya, yang tak mungkin manusia dapat menyelam sedalam itu.
Kendaraan yang diungkapkan Owen, belum tentu memiliki kemampuan tangan untuk mengangkat beberapa bagian tubuh jenazah.
Baca juga: Ayah di NTT Setubuhi Anak Kandung hingga Lahirkan Bayi Kembar, Korban Diancam Pakai Parang
Baca juga: Meski Sedih, Ketegaran Istri Kolonel Harry Setyawan, Keliling Kuatkan Para Istri Awak Kapal Nanggala
Baca juga: Raja Salman dan Putra Mahkota Arab Saudi Sampaikan Belasungkawa, Tenggelamnya Kapal Selam Nanggala
Dia mencontohkan kapal selam nuklir Rusia, Kursk, yang berhasil diangkat pada tahun 2001.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/melacak-kapal-selam-kri-nanggala-402-22.jpg)