Breaking News

Update Corona di Abdya

Setelah Empat Bulan Nihil, Abdya Kembali Catat Satu Pasien Covid-19 Dirawat di Tapaktuan

Dikatakan bahwa pasien A terkonfirmasi Posotif Covid-19 merupakan kasus pertama di Kabupaten Abdya selama lebih empat bulan terakhir atau sejak 10 Des

Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Ansari Hasyim
For Serambinews.com
Safliati SST MKes, Kepala Dinkes Abdya. 

Laporan Zainun Yusuf| Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM,LANGPIDIE - Seorang warga Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang dirawat rawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Yulidin Away Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, dinyatakan terkonfirmasi Positif Covid-19 sejak satu pekan lalu.

Laki-laki berinisial A (34) warga salah satu desa di Kecamatan Blangpidie, Abdya, memang dirawat di rumah sakit 'kota naga' tersebut, kemudian diambil sampel PCR Swab untuk diperiksa di laboratorium.

Pemeriksaan sampel swab di laboratorium Balai Litbangkes Aceh, hasilnya keluar 22 April 2021, bahwa pasien A yang sedang dirawat di RSU Yulidin Away Tapaktuan, dinyatakan terkonfirmasi Positif Covid-19

"Sampel Swab diambil di rumah sakit di sana (RSU Yulidin Away), hasil pemeriksaan diyatakan positif. Karena dia (A) warga kita, maka datanya kita catat di sini (Abdya)," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Abdya, Safliati SST MKes dihubungi Serambinews.com, Jumat (30/4/2021).

Laporan data yang diterimanya bahwa pasien A masih dirawat di RSU Yulidin Away Tapaktuan hingga Kamis (29/4/2021) atau selama sepekan terakhir.

"Kita belum terima laporan kalau pasien A dibolehkan pulang. Tapi, sudah dilaksanakan tracking terhadap anggota keluarga dekat pasien positif tersebut, " kata Safliati.

Petugas dari Dinkes Abdya dikatakan telah melakukan tracking atau pemetaan jumlah anggota keluarga yang terjadi kontak erat dengan pasien A yang dinyatakan positif Covid-19.

Uang Sedekah Jamaah Dicuri, Pelaku Rusak Kotak Amal Mushalla Al-Mukhtadin Gampong Daulat Langsa

Polisi Kirim Airsoft Gun ke Laborforensik, Usut Kasus Penembakan Warga

Dikatakan bahwa pasien A terkonfirmasi Posotif Covid-19 merupakan kasus pertama di Kabupaten Abdya selama lebih empat bulan terakhir atau sejak 10 Desember 2020 stagnan kasus baru positif Covid-19.

Dengan ditemukan satu kasus baru tersebut sehingga jumlah warga Kabupaten Abdya yang terkonfirmasi Positif Covid-19 bertambah menjadi 96 orang, update sejak awal Maret tahun lalu.

Dari total 96 warga Abdya terkonfirmasi Positif Covid-19, sebanyak 87 pasien berhasil sembuh setelah menjalani rawatan di rumah sakit di Banda Aceh dan Abdya serta menjalani isolasi di rumah.

Sebanyak 87 pasien positif dinyatakan sembuh itu setelah mereka menjalani rawatan di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh dan RSUTP Abdya, beberapa orang diantaranya menjalani isolasi di rumah setelah dirawat di rumah sakit.

Sedang, 8 pasien Positif Corona akhirnya meninggal dunia. Masing-masing 3 warga Kecamatan Babahrot, 2 warga Kecamatan Blangpidie, 1 warga Kecamatan Jeumpa, 1 warga Kecamatan Lembah Sabil, dan 1 warga Kecamatan Kuala Batee.

Safliati juga menjabat Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Abdya menjelaskan, pada akhir Februari lalu sempat ditemukan tiga pasien baru Probabale atau Pasien Dalam Perawatan (PDP) atau pasien dengan gejala Covid-19.

Akan tetapi hasil pemeriksaan sampel PCR di laboratorium, ketiganya dinyatakan negatif. Dari tiga pasien dengan gejala Covid-19 itu, dua diantaranya diperbolehkan pulang setelah dirawat beberapa hari di RSUTP Abdya, dan satu orang lainnya meninggal dunia.

Berdasarkan update data sejak Maret tahun lalu, pasien Probable atau PDP di Abdya berjumlah 51 orang, sejumlah 46 orang dinyatakan sembuh, setelah di rawat di rumah sakit.

Sementara pasien Probable yang meninggal dunia berjumlah 5 orang, yaitu satu warga Kecamatan Kuala Batee, satu warga Kecamatan Blangpidie, satu warga asal Jakarta Selatan, satu warga Kecamatan Susoh, dan terakhir satu warga Kecamatan Jeumpa.

Itu berarti selama dua bulan terakhir sejak akhir Februari hingga akhir April, ini tidak terjadi penambahan (stagnan) kasus baru probable di Kabupaten Abdya.

Kepala Dinkes Abdya, Safliati menjelaskan juga tidak ditemukan lagi warga setempat yang masuk data Suspek (ODP) Covid-19 selama kurun waktu lebih empat bulan terakhir.

Sebelumnya, warga Abdya yang masuk data Suspek sejumlah 202 orang, tapi seluruhnya selesai isolasi dengan hasil tidak ada lagi gejala.

Kepala Dinkes Abdya, Safliati mengingatkan bahwa meskipun penyebaran Covid-19 di daerah tersebut bisa ditekan untuk sementara, tapi sangat diharapkan agar semua pihak tidak lengah melaksanakan kententuan protokol kesehatan (protkes).

Sebab, beberapa daerah atau kabupaten/kota di Aceh menunjukkan pertambahan kasus baru terkonfirmadi Positif Covid-19.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved