Breaking News:

Internasional

Turki Memberlakukan Lockdown, Turis Asing Dibebaskan dari Aturan

Pemerintah Turki dinilai terlambat memberlakukan lockdown atau penguncian untuk mencegah penyebaran virus Corona.

AFP
Pedagang duduk termangu menunggu pembeli di Ankara, Turki. 

SERAMBINEWS.COM, ANKARA - Pemerintah Turki dinilai terlambat memberlakukan lockdown atau penguncian untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Terkait aturan itu, Turki akan bertindak tegas terhadap transportasi.

Dimana perjalanan antarkota akan membutuhkan persetujuan resmi, sementara angkutan umum kapasitas penumpang dibatasi.

Dilansr The Independent, Kamis (29/4/2021), dari 82 juta penduduk Turki, yang telah divaksin Covid-19, baru sebanyak 22 juta lebih.

Turki mengandalkan vaksin Sinovac China, di samping jumlah yang lebih rendah dari Pfizer-Biontech.

Menyusul keberhasilan inisiatif lokal, pemerintah bersiap untuk mengirimkan tim persuasi vaksinasi secara nasional.

Untuk berbicara dengan orang lanjut usia yang menolak mendapatkan suntikan.

Baca juga: Jet Temput Turki Gempur Militan Kurdi di Irak, Jadi Serangan Pertama Seusai Februari 2021

Langkah tersebut telah meningkatkan serapan sekitar 30 persen di sebuah distrik di tenggara Turki.

Diharapkan penguncian yang ketat dan singkat akan berarti Turki menghindari musim panas kedua kehilangan pendapatan pariwisata.

Turis asing akan dibebaskan dari aturan penguncian negara di Turki, kata Menteri Pariwisata, Nuri Ersoy pada Selasa (27/4/2021).

Halaman
12
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved