Breaking News:

Ramadhan 2021

Bolehkah Membayar Zakat Fitrah Dalam Bentuk Uang? Ustadz Masrul Aidi: Boleh Tapi Ada Catatan

Terkait zakat fitrah disampaikan oleh Ustadz Masrul Aidi Lc MA ketika berkunjung ke Kantor Serambi Indonesia, Senin (19/4/2021).

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/SYAMSUL AZMAN
Ustadz Masrul Aidi Lc MA 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Membayar zakat fitrah pada umumnya dilakukan dengan bahan makanan pokok suatu daerah.

Bila daerah tersebut makanan pokoknya adalah nasi, maka zakat fitrahnya berupa nasi.

Bila daerah makanan pokoknya misalnya gandum, maka zakat fitrahnya berupa gandum.

Hal demikian disampaikan oleh Ustadz Masrul Aidi Lc MA ketika berkunjung ke Kantor Serambi Indonesia, Senin (19/4/2021).

Jelasnya ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan dalam membayar zakat fitrah.

"Pendapat zumhur ulama, zakat fitrah itu berupa makanan pokok pada daerah tersebut," katanya.

"Misal di Indonesia makanan pokok beras makan zakat fitrah dalam bentuk beras, negeri Arab yang mereka makan gandum maka dalam bentuk gandum nanti ada juga sebagian negeri yang memakan jagung," tambahnya.

Baca juga: Doa Hari ke-13 Ramadhan 2021 Hingga Hari ke-30 Ramadhan 1442 H, Dibaca Usai Sholat Fardhu

Ustadz Masrul juga turut menerangkan, dalam Mahzab Imam Hanafi, memperbolehkan untuk membayar zakat fitrah dalam bentuk uang.

Namun pembayaran uang tersebut harus tetap merujuk pada bahan pokok.

Jika pada umumnya sebagian besar daerah menetapkan membayar zakat fitrah berkisar 2,8 Kg.

Maka untuk Mahzab Imam Hanafi adalah 3,8 Kg.

"Dalam mahzab Imam Hanafi, beliau membolehkan zakat fitrah itu dalam bentuk harganya," katanya.

"Bila dalam bentuk uang, dengan catatan beras dibulatkan menjadi 2,7 Kg walaupun nanti ada variasi, sehingga sebagian daerah menetapkan 2,8 Kg dan sebagainya standart bayar zakat, sedangkan imam Hanafi beliau menetapkan 3,8 Kg," terang pimpinan ponpes Babul Maghfirah.

Baca juga: VIDEO - Suasana Malam Pertama Ramadhan 2021 di Sejumlah Negara Masih dengan Pembatasan

Niat Membayar Zakat Fitrah

Jika dalam latin, niat membayar zakat fitrah berupa "ini adalah zakat fitrahku yang Allah wajibkan saya tunaikan karena Allah Taala", jelas Ustadz Masrul.

Niat demikian bisa didalam hati dan bisa dilafazkan, hal demikian dilakukan agar tidak terjadi kesalahan dalam membayar zakat fitrah.

Tidak Ada Kewajiban Ijab Qabul

Tidak ada kewajiban untuk melakukan ijab qabul ketika membayar zakat fitrah.

Meskipun sebagian besar masyarakat melakukan ijab qabul ketika membayar zakat.

Menurut Ustadz Masrul, ijab qabul bisa dilakukan dan bisa tidak dilakukan, bagi orang yang ingin melakukan ijab qabul.

Karena ada sebagian Muslim merasa belum sah jika tidak mengucapkan ijab qabul, ada pula sebagian Muslim merasa berat bila dilakukan ijab qabul.

"Tidak ada kewajiban ijab dan qabul, walaupun pada masyarakat ada praktek ijab dan qabul, itu kembali ke diri masing-masing kalau tidak memberatkan," katanya.

"Jadi kita sarankan kepada panitia zakat, tawarkan kepada muzakkinya, mau ada ijab qabul atau tidak, karena tidak semua orang nyaman dengan ijab qabul dan tidak semua orang mudah apabila tidak ada ijab qabul," tutupnya. ( Serambinews.com/Syamsul Azman)

TERKAIT

Baca juga: BERITA POPULER - Jadwal Cair THR, Biduan Dangdut Rudapaksa Remaja hingga Pemuda Nikahi PNS 53 Tahun

Baca juga: BERITA POPULER - Main 2X Sebelum Imsak, Joget Bareng, Persiraja, Hingga Bocah Aceh Utara disekap

Baca juga: BERITA POPULER - Dokter Berfantasi dengan Organ Intim Pasien hingga Oknum Anggota DPRD Selingkuh

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved