Berita Banda Aceh
Listrik, Gas dan Air Jadi Penyumbang Investasi Terbesar
Listrik, gas dan air menjadi sektor usaha paling dominan menyumbang nilai investasi pada jenis investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yaitu...
Penulis: Mawaddatul Husna | Editor: Jalimin
Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Listrik, gas dan air menjadi sektor usaha paling dominan menyumbang nilai investasi pada jenis investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yaitu sebesar Rp 2.498,5 miliar atau 72,22 persen.
Selanjutnya sektor kontruksi Rp 257,1 miliar (7,43 persen), sektor jasa lainnya Rp 165,4 miliar (4,78 persen), industri makanan Rp 162,7 miliar (4,70 persen), industri kimia dan farmasi Rp 137,1 miliar (3,96 persen), serta sektor lainnya sebesar Rp 239,1 miliar (6,91 persen).
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, Marthunis ST DEA, Selasa (4/5/2021).
Ia menyebutkan sementara realisasi investasi yang disumbangkan oleh Penanaman Modal Asing (PMA) terbesar juga disumbangkan dari sektor listrik, gas dan air yaitu sebesar US$.9.034.649, selanjutnya dari sektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan US$. 1.673.855, pertambangan US$. 313.862, perikanan US$. 278.388, jasa Lainnya US$.270.371 serta sektor lainnya sebesar US$.103.611.
Ia menyampaikan capaian realisasi investasi pada triwulan I (Januari-Maret) 2021 sebesar Rp 3.630,3 miliar dengan jumlah serapan tenaga kerja sebesar 2.868 orang.
Baca juga: 470 Pasien Covid-19 di Lhokseumawe Sembuh, 38 Orang Masih Terpapar, Begini Update Corona Terkini
Nilai tersebut merupakan hasil dari penghimpunan laporan kegiatan penanaman modal terhadap 1.014 sektor investasi yang disampaikan oleh 443 perusahaan PMA/PMDN yang berkegiatan dalam Wilayah Aceh.
Apabila dibandingkan pada tahun sebelumnya (y-o-y), realisasi investasi pada triwulan 1 2021 ini tumbuh positif sebesar 12,06 persen atau bertambah Rp 390,82 miliar dari tahun sebelumnya Rp 3.239,4 triliun menjadi Rp 3.630,3 triliun pada triwulan 1 2021.
Sementara perkembangan secara (q-to-q), realisasi pada triwulan 1 tahun 2021 tumbuh signifikan mencapai 77,01 persen atau bertambah sebesar Rp 1.579,4 triliun dari triwulan 4 tahun 2020.
“Hal ini dapat menunjukkan bahwa kepercayaan para investor terhadap iklim investasi di Aceh semakin membaik dan kita berharap kondisi ini terus dapat dipertahankan sehingga citra Aceh sebagai daerah tujuan utama investasi di Indonesia dapat benar-benar terwujud,” sebut Marthunis.
Menurutnya peningkatan realisasi investasi pada triwulan I 2021 secara signifikan disumbangkan oleh jenis investasi PMDN sebesar Rp 3.459,8 miliar atau 95,30 persen sedangkan investasi PMA hanya menyumbang sebesar Rp 170,5 miliar atau 4,70 persen.
Namun bila dibandingkan dengan capaian realisasi PMA pada tahun sebelumnya, capaian pada triwulan 1 2021 ini jauh lebih baik, dimana realisasi pada triwulan 1 2020 hanya mencapai Rp 12,6 miliar.
“Artinya dampak pengaruh Covid-19 yang sudah melanda selama 1 tahun lebih ini, berangsur sudah mulai membaik sehingga aktivitas di lapangan juga sudah berjalan relatif normal,” katanya.
Ia melanjutkan untuk Penanaman Modal Asing (PMA), realisasi investasi triwulan I tahun 2021 berdasarkan asal negara disumbangkan oleh negara Hongkong RRT, Belgia, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Spanyol, R R Tiongkok, Brazil dengan total investasi sebanyak US$. 11.674.736, atau setara dengan Rp 170, 4 Miliar ( US$ 1 = Rp 14.600).
Pencapaian triwulan I pada tahun ini merupakan hal yang positif mengingat total pencapaian realisasi investasi saat ini sudah mencapai 54,6 persen dari nilai yang ditargetkan oleh Pemerintah Aceh pada tahun 2021 adalah sebesar Rp 6,65 triliun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kabid-perencanaan-dan-pengembangan-iklim-penanaman-modal-marthunis-muhammad.jpg)