Ramadhan Mubarak
Ramadhan adalah Madrasah Ketaatan
PERTEMUAN kita dengan Ramadhan tahun ini merupakan nikmat dan rahmat tak terhingga dari Allah SWT yang patut kita syukuri,
Oleh Dr. H. Iqbal, S.Ag, M.Ag
PERTEMUAN kita dengan Ramadhan tahun ini merupakan nikmat dan rahmat tak terhingga dari Allah SWT yang patut kita syukuri, apalagi di tengah wabah Covid-19. Ini adalah kesempatan terbaik serta peluang emas bagi kita untuk menuaikan berbagai berkah, amal shalih, dan kebajikan selama sebulan penuh untuk menuju insan muttaqin.
Ramadhan tak mungkin berlama-lama bersama kita, ia datang dan pergi dengan cepat. Maka akan sangat rugi kalau seandainya kita tidak pandai memanfaatkan Ramadhan ini dengan sebaik mungkin.
Dalam menjalani hari-hari Ramadhan, tentu harus dimulai dengan niat yang ikhlas serta tekad yang kuat. Selain itu juga harus memiliki target maksimal seperti target khatam Alquran berapa kali, shalat jamaah, qiyamul lail, sedekah dan mengerjakan amalan-amalan lainnya selama bulan nan agung ini.
Yang paling penting adalah tetap menjaga semangat dari awal sampai akhir Ramadhan, ibarat Ramadhan kali ini seperti Ramadhan terakhir bagi kita. Jangan menjalani ibadah puasa sekadar pelaksanaan ritualitas atau pelepasan kewajiban semata, tapi kehadiran Ramadhan harus disambut dengan penuh kerinduan yang mendalam.
Karena kehadiran bulan Ramadhan merupakan salah satu cara dan penghargaan Allah SWT kepada orang-orang yang beriman dengan menabur rahmat dan berkah serta pengampunan yang luar biasa dari Allah SWT. Sebagaimana firman Allah dalam hadis qudsi "assaumu lii wa ana ajza bih" (puasa untuk-Ku dan Aku yang membalasnya).
Bulan Ramadhan harus menjadi tempat belajar atau madrasah bagaimana kita berusaha menempa diri agar menjadi insan muttaqin, insan taat perintah, insan yang memiliki akhlak mulia, serta memperbaiki kualitas hubungan dengan sang pencipta dan hubungan sesama manusia.
Dalam bulan Ramadhan, manusia memiliki peluang yang cukup besar untuk berbuat berbagai kebaikan, semua amal ibadah dihargai oleh Allah dengan pahala yang berlipat ganda, agar manusia dapat maksimal beribadah Ramadhan dan bebas dari godaan.
Allah belunggu gerak langkah syaitan, pintu-pintu neraka ditutup, menjadi isyarat bagi orang beriman bahwa Allah sedang memberikan kemudahan dan ingin membalas dengan pahala yang berlipat ganda bagi orang-orang cerdas memanfaatkan peluang.
Selain itu, Allah juga membuka pintu-pintu surga sebagai isyarat Allah sedang menunggu hamba-hamba-Nya yang menjadikan Ramadhan sebagai madrasah memperbaiki ketaatan dan kualitas takwa. Bagi mereka seperti inilah yang disebut Alquran "Dzalikal fauzul 'adhiim" yaitu orang-orang yang mendapat kemenangan besar.
Allah sudah memberikan segalanya bagi kita, apakah kita mendapatkannya? Itu semua sangat tergantung kepada individu masing-masing, siapa yang mau berusaha dan berkomitmen untuk menggapai kebaikan itu maka dialah yang sukses menjadikan Ramadhan sebagai madrasah kebaikan.
Dasar inilah yang seharusnya menjadikan kita bergembira dengan hadirnya bulan Ramadhan, karena kebaikan begitu mudah dijalankan pada Ramadhan, sangat mendukung untuk melakukan amal dan kegiatan yang bermanfaat mulai pagi hari hingga malam. Sejak sahur kita belajar bangun disepertiga malam untuk Tahajud, menunggu waktu Subuh, melaksanakan shalat fajar, Subuh berjamaah, membaca dan tadabbur Alquran, ditambah lagi saat Ramadhan kita mampu mengkhatamkan Alquran beberapa kali.
Puasa Ramadhan juga mendidik kita bagaimana bisa bersih lahir batin, bebas dari penyakit hati seperti iri, dengki, dan lain sebagainya. Ini artinya, kita haruslah bisa terpelihara dari hal-hal yang dapat menggugurkan kualitas iman dan ketaatan kita kepada Allah, termasuk dari hal-hal yang kita anggap sepele seperti menjaga lisan, pandangan, dan anggota badan lainnya dari kemaksiatan.
Kemudian, perbanyak bersedekah, menahan amarah, menjauhi ghibah dan meninggalkan hal-hal yang dapat membatalkan puasa serta melaksanakan amalan-amalan sunnah lainnya sepanjang hari. Begitu juga berdoa jelang berbuka, tarawih dan amalan lainnya sepanjang malam.
Hal inilah yang dapat menjadikan kita berkualitas dunia dan akhirat, maka tidak ada alasan bagi kita untuk menyia-nyiakannya apalagi di saat Allah SWT masih memberi kesempatan bagi kita. Banyak saudara-saudara kita yang sedang mengalami sakit, musibah tentu mereka berharap seperti kita dapat menunaikan ibadah Ramadhan dengan baik dan mendapatkan keberkahannya.
* Penulis adalah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh. Email: iqbalpj3@gmail.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dr-h-iqbal-sag-mag.jpg)