Breaking News:

Ramadhan Merupakan Bulan Taubat

Ramadhan merupakan bulan yang penuh ampunan, di mana pintu syurga dibuka selebar-lebarnya dan pintu neraka di tutup serapat-rapatnya

FOR SERAMBINEWS.COM
Pimpinan Majelis Zikir Arafah, Ustaz Zul Arafah 

BANDA ACEH - Ramadhan merupakan bulan yang penuh ampunan, di mana pintu syurga dibuka selebar-lebarnya dan pintu neraka di tutup serapat-rapatnya. Amalan manusia di bulan Ramadhan dilipat gandakan dan doa-doa diijabah oleh Allah SWT.

Hal itu disampaikan oleh Pimpinan Majelis Zikir Arafah, Ustaz Zul Arafah dalam program Serambi Spiritual, Senin (3/5/2021). Program Serambi Spiritual yang mengangkat tema “Puasa Membentuk Sifat Tawadhu”, yang dipandu oleh penyiar Serambi FM, Tieya Andalusia. Program ini dipancarkan langsung melalui saluran 90,2 Serambi FM, dan live streaming di Fanspage Facebook Serambinews.com, serta media sosial Serambi Grup lainnya.

Dikatakan, sudah sepantasnya seluruh kaum muslim bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk bertemu bulan Ramadhan. “Dan mudah-mudahan, Insyaallah Ramadhan satu bulan ini Allah ampuni dan maafkan seluruh dosa-dosa kita,” kata Ustaz Zul Arafah.

Lebih lanjut dikatakan, manusia adalah tempat kesalahan dan keluapaan. Manusia, bukan malaikat. Kalau tidak salah dan tidak lupa, bukan manusia namanya.

Mengutip sebuah Hadis Riwayat Al-Tarmidzi, Ustaz Arafah menyebutkan, ”Setiap bani Adam pasti berdosa, pasti khilaf. Dan sebaik-baiknya yang berdosa dan khilaf adalah mereka yang bertaubat,” ungkapnya.

Inilah, sambung Ustaz Zul Arafah, bulan suci Ramadhan menjadi tempat untuk bertaubat dan jangan pernah menyia-nyiakannya. “Mohonlah ampunan kepada Allah dengan istighfar. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun,” katanya.

Terlalu cinta dengan dunia, ungkap Ustaz Arafah, menjadikan seseorang enggan melakukan istighfar. “Kenapa kita gelisah, depresi, stres, sampai gak tenang? Banyak dosa, yang kedua banyak menuntut, yang ketiga hubbud dunya, yang keempat terlampau mengharap dengan manusia,” ujarnya.

Firman Allah SWT dalam surah Yasin ayat 19, yang artinya ”Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah karena kamu diberi peringatan? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas." 

“Apa solusinya? Datanglah kepada Allah, mengakui segala kesalahan,” jelas Ustaz Zul Arafah.

Ciri-ciri taubat diterima oleh Allah SWT, katanya, adalah tidak mengulangi perbuataanya lagi dan kemudian hijrah. “Maka itu nanti kita lihat setelah Idul Fitri ini, apakah satu bulan penuh ini dosa-dosa kita diampuni oleh Allah atau tidak. Kita lihat ada engga hijrah, ada tidak perubahan setelah Idul Fitri,” terangnya.

“Semua zikir itu baik, setiap kita bertahmid ‘Subhanallah’ maka Allah ampuni dosa-dosa kita. Setiap kita bertahmid, ‘Alhamdulillah’ maka Allah tambahkan nikmat. Setiap kita bertakbir, ‘Allahuakbar’ maka Allah kecilkan segalanya yang ada. Jadi semua tasbih, tahmid, tahlil, semua dzikir itu bagus. Maka itu, bagaimanapun caranya kita terus bertasbih, beristighfar, bershalawat kepada Allah,” kata Ustaz Arafah.

“Mudah-mudahan apa yang kita hajatkan, apa yang kita inginkan dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala,” sambungnya.

Istighfar, kata Ustaz Arafah, dapat diartikan sebagai seseorang yang mengakui dosa atau kesalahannya.

Pimpinan Majelis Zikir Arafah itu mengatakan, waktu yang terbaik untuk melakukan istighfar sesuai sunnah adalah setelah shalat. Oleh karena itu, teruslah beristighfar kepada Allah di mana pun dan kapan pun. Bagaimana agar iman kita tetap stabil? Ustaz Arafah mengatakan teruslah melakukan istighfar. “Kemudian baca Al-quran berserta artinya, bergabulah dengan orang soleh,” katanya.

“Selama jantung masih berdetak, hayat masih dikandung badan jangan pernah berhenti dan terus beristighfar,” tutup Ustaz Zul Arafah.(ar)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved