Breaking News:

Tiga Penyelundup Sabu Divonis Mati

Tiga dari enam pria yang terlibat kasus penyelundupan 60 kilogram sabu-sabu divonis hukuman mati oleh hakim Pengadilan

Dok Polres Aceh Tamiang
Narkoba jenis sabu-sabu dan pil ekstasi yang dibuang pelaku kini diamankan di Mapolres Aceh Tamiang 

LHOKSUKON – Tiga dari enam pria yang terlibat kasus penyelundupan 60 kilogram sabu-sabu divonis hukuman mati oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon, Aceh Utara dalam sidang pamungkas Senin (2/5). Atas putusan tersebut, mereka diberi kesempatan selama tujuh hari untuk menerima atau banding.

Masing-masing terdakwa yang divonis pidana mati adalah Sayed Mahdar (24) warga Kecamatan Julok, Aceh Timur. Berikutnya, Junaidi (19) warga Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara. Terakhir Mukhtar Mahdi alias Jenieb (38) warga Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara.

Sedangkan tiga pria lagi yang terlibat dalam kasus sabu itu, dua diantaranya sudah ditetapkan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh polisi. Keduanya, Muhammad Amin alias Abeng dan Asnawi alias Labon karena berhasil melarikan diri sebelum ditangkap.

Sedangkan satu lagi, Samsuar alias Dek Gam meninggal dunia saat ditangkap setelah didor karena mencoba melawan petugas. Untuk diketahui, Penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh melimpahkan tiga pria dari enam yang terlibat dalam kasus sabu 60 kilogram ke Kejari Aceh Utara pada 29 Januari 2021.

Materi amar putusan itu dibacakan secara bergantian oleh Ketua Majelis Hakim, Muhifuddin dengan dua hakim anggota, Latiful SH dan Inda Rufiedi SH dalam sidang pamungkas yang berlangsung secara daring. Hadir dalam ruang sidang pengacara tiga terdakwa, Taufik M Noer SH. Sedangkan tiga terdakwa berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon.

Isi materi amar putusan tersebut antara lain menguraikan hal-hal yang memberatkan terdakwa. Perbuatan terdakwa selain tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkoba, bahkan dapat merusak banyak generasi penerus dengan sabu-sabu. Selain itu, perbuatan terdakwa menyebabkan masyarakat resah.

Selain itu, hakim menguraikan kronologis penangkapan tiga terdakwa oleh penyidik dan serta keterangan saksi yang sudah dimintai keterangan dalam sidang sebelumnya. Perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal114 ayat 2 juncto Pasal 132 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Karena itulah, majelis hakim menghukum ketiga terdakwa dengan pidana mati. Terdakwa mengikuti sidang pamungkas tersebut wajah cemas. Apalagi pembacaan amar putusan terhadap tiga terdakwa secara bergilir. “Terdakwa dan jaksa memiliki kesempatan selama tujuh hari untuk pikir-pikir terhadap vonis tersebut,” tegas Ketua Hakim  Majelis Hakim, Muhifuddin.

Terdakwa Ajukan Banding

Pengacara tiga terdakwa kasus penyelundupan 60 kg sabu, Taufik M Noer SH setelah sidang ditutup langsung menemui kliennya di Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Aceh Utara. Ia berkonsultasi terkait materi putusan hakim PN Lhoksukon. Apalagi, ketiga klien tersebut dihukum dengan pidana mati.

“Ketiga klien saya memang sangat tegang ketika mengikuti sidang, apalagi saya tidak sempat konsultasi saat sidang tadi. Karena itulah, usai sidang tadi saya langsung temui mereka,” kata Taufik M Noer.

Ketiga terdakwa, kata Taufik, tadi sudah sepakat untuk mengajukan banding dalam waktu dekat ini ke Pengadilan Tinggi Banda Aceh, melalui PN Lhoksukon. Mereka diberi kesempatan selama tujuh hari untuk mengajukan banding.(jaf)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved