Minggu, 10 Mei 2026

Pidie

FKUB Pidie: Pentingnya Deteksi Dini dan Perkuat Kerukunan Di Tengah Masyarakat

Teuku Iqbal menyampaikan bahwa FKUB berperan dan memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah daerah.

Tayang:
Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/serambinews
RAPAT FKUB - Forum Kerukunan Beragama (FKUB) menggelar Rapat Koordinasi tahun 2026 di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pidie, Jumat (8/5/2026). 

 

Ringkasan Berita:
  • FKUB Kabupaten Pidie, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) tahun 2026
  • Perlu menyoroti tentang pentingnya deteksi dini terhadap potensi gangguan kerukunan, termasuk memantau aktivitas Ormas/LSM tidak terdaftar yang dinilai dapat merugikan masyarakat.
  • Kaban Kesbangpol Pidie, Teuku Iqbal menyampaikan bahwa FKUB berperan dan memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah daerah.

 

SERAMBINEWS.COM, SIGLIForum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pidie, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) tahun 2026 di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pidie, Jumat (8/5/2026).

Hal ini merupakan wadah konsolidasi antara FKUB dengan Pemerintah Daerah, Kankemenag, serta unsur terkait untuk memperkuat peran FKUB dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat. 

Rakor dimoderator oleh Kaban Kesbangpol Pidie, Teuku Iqbal, S.STP., M.Si., yang juga Sekretaris Dewan Penasehat (Wanhat).

Teuku Iqbal menyampaikan bahwa FKUB berperan dan memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah daerah.

Ia mengingatkan bahwa pengaruh efisiensi anggaran saat ini turut berdampak terhadap pelaksanaan program dan kegiatan FKUB.

Baca juga: FKUB Sepakat Bantah Tudingan Aceh Intoleran, Baron: Nonmuslim Juga Diundang pada Kenduri Haji

Selain itu, Teuku Iqbal dalam Rakor ini juga menyampaikan terkait keberadaan Ormas/LSM yang tidak terdaftar di Badan Kesbangpol.

Deteksi dini

Maka itu ia mengatakan, perlu menyoroti tentang pentingnya deteksi dini terhadap potensi gangguan kerukunan, termasuk memantau aktivitas Ormas/LSM tidak terdaftar yang dinilai dapat merugikan masyarakat.

“FKUB bersama pemerintah harus peka terhadap dinamika yang berkembang, agar potensi konflik bisa diredam sejak awal sehingga deteksi ini perlu dilakukan,” ujarnya.

Rakor tersebut dihadiri oleh Wanhat FKUB, antaranya Ketua MPU Pidie, Tgk. H. Muhammad Ismi A. Jalil ( Abu Ilot), Asisten I Setdakab Pidie, Dr. H. Nadhar Putra, M.Si., Kakan Kemenag Pidie Samhudi, S.Si., Kepala Bappeda Pidie H. Isnaini Ibrahim, S.T., M.Si., Kepala DSI, drh. H. Fazli, M.Si., dan Kabag Tata Usaha Kankemenag Pidie.

Kemudian, Ketua FKUB, Tgk. Junaidi Ahmad, S.Ag., M.H., Waket I, Tgk. Isafuddin, S.H.I., M.H., Waket II, Tgk. Amri Aiyub, Sekretaris, Tgk. M Diah Adam, S H., Wasek, Tgk. Fakhrijal, serta seluruh anggota FKUB Pidie.

Di sisi lain, Kakan Kemenag Pidie, Samhudi, menyampaikan terkait efisiensi anggaran di Kankemenag Pidie. 

Ia mengaku nantinya dalam pertemuan di provinsi, pihaknya akan menyampaikan tentang kegiatan dan kebutuhan anggaran FKUB Pidie.

“Maka itu sangat penting adanya dukungan anggaran agar FKUB dapat menjalankan fungsi pembinaan kerukunan secara optimal,” ungkap Samhudi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved