Breaking News:

Berita Internasional

Covid-19 Terus ‘Amuk’ India, Lebih 400.000 Kasus Dalam Sehari Terjadi di Negeri Bollywood Tersebut

Rekor infeksi harian virus corona dengan mencatat 412.262 kasus. Ini kali kedua kasus di India tembus 400.000.

Editor: Ibrahim Aji
CNN
Pemandangan mengerikan kremasi 'antre' di New Delhi, India, awal April. Ledakan kasus Covid-19 varian baru di India disebut bisa menyerang ke seluruh dunia jika dunia abai akan kondisi India saat ini. 

Rekor infeksi harian virus corona dengan mencatat 412.262 kasus. Ini kali kedua kasus di India tembus 400.000.

SERAMBINEWS.COM, NEW DELHI - Amukan virus Corona di India sepertinya belum menunjukkan tanda-tanda mereda, bahkan cenderung meningkat.

Dalam 24 jam terakhir saja, dilaporkan lebih dari 400.000 warga terinfeksi virus tersebut.

Sementara jumlah kematian harian akibat Covid-19 mencetak rekor baru, mencapai 3.980.

Total kasus di negara Asia Selatan itu melonjak melewati angka 21 juta.

Pendorongnya adalah, rekor infeksi harian virus corona dengan mencatat 412.262 kasus. Ini kali kedua kasus di India tembus 400.000.

Sedang total jumlah orang yang meninggal karena Covid-19 di India sebanyak 230.168, data Kementerian Kesehatan India menunjukkan pada Kamis (6/5/2021), seperti dikutip Al-Jazeera.

Baca juga: KKB Papua Terus Tebar Teror, Kelompok Separatis NRFPB Wilayah Nabire Pilih Kembali ke Pangkuan NKRI

Banyak ahli menduga, dengan tingkat pengujian yang rendah dan pencatatan penyebab kematian yang buruk serta krematorium kewalahan di banyak tempat, jumlah kasus dan kematian sebenarnya bisa jauh lebih tinggi.

Gelombang besar infeksi sejak April lalu telah mendorong sistem perawatan kesehatan India ke jurang, dengan orang-orang mengemis tabung oksigen dan tempat tidur rumahsakit di media sosial juga saluran berita.

Mayat pasien Covid-19 menumpuk di tempat kremasi dan kuburan, dengan kerabat menunggu berjam-jam untuk melaksanakan upacara terakhir.

Pihak berwenang berebut untuk menambah lebih banyak tempat tidur di rumahsakit, mengirim oksigen dari satu sudut negara ke sudut lain, dan meningkatkan produksi beberapa obat yang efektif melawan Covid-19.

Pada Rabu (5/5/2021), Pemerintah India menghadapi seruan untuk penguncian ketat secara nasional untuk memperlambat lonjakan infeksi virus corona.

Baca juga: Ngotot Ingin Kuasai al-Aqsa, Pemimpin Hamas Ungkap Rencana Jahat Israel Terhadap Masjid Suci Itu

Sementara badan kesehatan dunia atau WHO mengatakan, India menjadi penyumbang terbesar, yaitu sebesar 46 persen, dari total kasus baru Covid-19 yang tercatat di seluruh dunia, sepanjang pekan lalu.

Lonjakan kasus Covid-19 di India, termasuk varian baru virus corona yang sangat menular yang pertama kali teridentifikasi di negara itu, menyebabkan rumahsakit kehabisan tempat tidur dan oksigen, serta kamar mayat dan krematorium meluap.

Halaman
12
Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved