Breaking News:

Berita Aceh Tengah

Rutan Kelas IIB Takengon Buat 23 Terobosan Inovasi dalam Rentang Waktu Empat Bulan

Dalam rentang waktu empat bulan mulai Januari hingga April 2021, Rumah Tahanan Kelas II B Takengon, mampu membuat 23 terobosan inovasi untuk....

For Serambinews.com
Plt Kepala Rutan Kelas IIB Takengon, Husni mensosialisasikan layanan Rutan kepada para keluarga warga binaan, Kamis (6/5/2021). 

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Dalam rentang waktu empat bulan mulai Januari hingga April 2021, Rumah Tahanan Kelas II B Takengon, mampu membuat 23 terobosan inovasi untuk menciptakan kenyamanan dan kemudahan masyarakat penggunan layanan Rutan maupun bagi warga binaan.

Dibentuknya 23 terobosan itu, untuk mewujudkan area zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi (WBK) Tahun 2021. Adapun terobosan inovasi layanan yang dimaksud antara lain, layanan parkir gratis, layanan titipan, layanan video call.

Berikutnya, layanan kesehatan wbp, layanan penempatan (barak hunian) WBP, layanan self service, layanan pendidikan/ perpustakaan, layanan pembinaan keagamaan, layanan pembinaan integrasi PB, cb, cmb, asimilasi dan layanan antar jemput titipan untuk wilayah Takengon (sedang dirintis).

Selanjutnya, ada layanan informasi, layanan pengaduan, layanan bantuan hukum, pelayanan untuk disabilitas, layanan tampat ibu menyusui, Aplikasi layanan titipan/pendaftaran online no antri (sedang persiapan).

Pelayanan dengan Audio suara, layanan pembinaan latihan kerja, layanan pembinaan olah raga, laayanan sidang online, layanan dapur umum, layanan kebersihan serta terakhir, Pos layanan masyarakat dengan bahasa daerah.

Plt Kepala Rutan Takengon, Husni S H kepada Serambinews.com, Kamis (6/5/2021) mengatakan, terobosan inovasi layanan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pegawai Rutan Takengon dan dibuat untuk mempermudah pelayanan baik kepada masyarakat pengguna layanan Rutan maupun tahanan/warga binaan didalam Rutan Takengon.

“Seluruh terobosan inovasi layanan yang telah kami buat, saya tegaskan tidak dipungut biaya apapun atau gratis. Apabila ada masyarakat atau warga binaan yang melihat penyimpangan dan pungutan liar yang dilakukan oleh petugas dapat langsung menghubungi saya,” tegas Husni.

Atau, lanjutnya, warga bisa menghubungi nomor layanan pengaduan Rutan yang tertera dipapan informasi ruangan registrasi kunjungan. Selain itu, bisa juga melaporkan melalui Media Sosial FB, Instagram, dan Twitter Rutan Takengon.

“Jadi, kami juga akan membuat manual book dari layanan-layanan tersebut serta membuat semua alurnya sehingga masyarakat dan warga binaan tidak akan kebingungan untuk menggunakan layanan dimaksud, “ jelasnya.

Menurut Husni, target utama Rutan Takengon adalah kepuasan warga binaan dan masyarakat. Bila nantinya sudah berjalan dengan baik, tentu WBK bisa diraih. “Kami tetap berupaya agar  bisa menjadi Satker WBK, tapi paling penting kami akan tetap memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” pungkasnya.(*)

Baca juga: Miris! Pinggir Jalan Keluar Utama Pusat Kota Lhokseumawe Penuh Sampah, Bau Busuk Menyeruak

Baca juga: Panduan Shalat Idul Fitri 2021 dari Kementerian Agama, Boleh di Lapangan atau Masjid, Ini Syaratnya

Baca juga: Petugas Medis Piket Wajib Standby di Puskesmas, Siap-siap Disanksi Jika Mangkir dari Tugas

Penulis: Mahyadi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved