Harga Sembako
Satgas Pangan Minta Pedagang tak Naikkan Harga Barang, Ini Alasannya
Jatmiko mengatakan, sebelum turun ke lapangan, Tim Satgas Pangan yang terdiri dari Direskrimsus Polda Aceh, Biro Ekonomi Setda Aceh, Kadis Peternakan
Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Herianto I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Harga kebutuhan pokok, seperti minyak goreng, telur ayam ras, gula pasir, tepung terigu relatif stabil dan stoknya juga cukup banyak di gudang mupun di toko grosir.
Hal itu berdasarkan pengecekan tim Satgas Pangan Aceh dari Direskrimsus Polda Aceh di sejumlah pasar tradisional di Banda Aceh dan Aceh Besar.
“Karena stok barangnya banyak dan pengirimannya dari Medan ke Aceh sangat lancar sampai minggu keempat bulan Ramadhan ini, kita minta dan harapkan kepada pedagang, jelang meugang Hari Raya Idhul Fitri 1442 H tidak menaikkan harga barang kebutuhan pokok, ” kata Kasubdit Indaksi Direskrimsus Polda Aceh, Kompol Jatmiko mewakili Direskrimsus Polda Aceh, Kombespol Margiyanta SH, kepada wartawan usai meninjau terminal mobil barang, sejumlah pasar tradisionil di Banda Aceh dan Aceh Besar, serta gudang Bulog di Lamnbaro, Kamis (5/5).
Jatmiko mengatakan, sebelum turun ke lapangan, Tim Satgas Pangan yang terdiri dari Direskrimsus Polda Aceh, Biro Ekonomi Setda Aceh, Kadis Peternakan Aceh, Kadisperindag Aceh, Kadis Pangan Aceh, Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh, BI, Bulog dan lainnya, melakukan pertemuan lebih dulu di Polda Aceh.
• Partai Gelora Indonesia Aceh Berbagi Takjil ke Panti Asuhan
• Gubernur Instruksikan Seluruh ASN Tes Urine
Hasil peninjauan Tim satgas Pangan ke terminal barang, kata Jatmiko, terlihat di terminal barangan, banyak truk baranag yang sedang membongkar barangan, diantaranya gula pasir, kacang kedeai, kacang tanah, tepung terigu, dan lainnya.
Para sopir truk angkutan barang yang dimintai penjelasannya kapan stop operasi angkutan, kata Jatmiko, mereka mengatakan dua tiga hari lagi menjelang lebaran Idhul Fitri, biasanya gudang di Medan sudah tutup, tidak layani angkutan barang lagi ke Aceh.
“Tapi sejak hari Kamis dan Sabtu mendatang, truk angkutan barang dari Medan ke Aceh masih beroperasi,” ujar Ridwan, salah seorang sopir truk angkutan barang kepada Tim Satgas Aceh yang turun berkunjung ke terminal barang.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Ir Cut Huzaimah MP mengatakan, untuk komoditi pangan beras, Aceh pada bulan Mei 2021 ini, sudah surplus 392.000 ton.
Sehingga dalam truk barang yang sedang membongkar barang tidak ada muatan beras dari Medan ke Aceh.
Harga beras di Aceh, sebut Cut Huzaimah saat ini sedang menurun, karena pada bulan April lalu, Aceh mengalami panen padi serentak.
Di Sumut juga panen padinya bagus, harga gabah maupun berasnya juga sedang menurun.
Ketua Perpadi Aceh, Dermawan yang hadir dalam kunjungan ke Gudang Bulog di Lambaro mengatakan, dampak dari Aceh suplus gabah pada tahun ini, memudahkan kilang-kilang padi untuk pemenuhan target penjualan berasnya ke Bulog Aceh.
Kabulog Aceh, Irsan Nasution mengatakan, realisasi penjualan beras kilang padi lokal ke Bulog Aceh sampai kini sudah mencapai 6.850 ton, dari targetnya 12.600 ton.
Bulog Aceh terus melakukan pengadaan beras lokal, untuk menstabilkan harga gabah dan beras petani di Aceh agar tidak anjlok.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/polisi-yang-tergabung-dalam-tim-satgas-pangan-mendatangi-satu.jpg)