Dua Napi Lapas Merauke Tewas Dikeroyok, Dituduh Miliki Ilmu Hitam
Melianus Gebze dan Sebastian Basik-Basik tewas dikeroyok napi lainnya pada Sabtu (8/5/2021) pukul 16.25 WIT.
Akan tetapi, lanjut Adhi, pada Sabtu siang pukul 14.15 WIT seorang warga binaan bernama Yosef Erwin Tatimio meninggal di rumah sakit.
Kematian Yosef mengakibatkan sebagian besar napi percaya dengan fenomena ilmu hitam dan santet.
Para napi mengeroyok Melianus dan Sebastian yang telah dicurigai sebelumnya.
Petugas lapas berusaha menghentikan pengeroyokan itu, tetapi pagar blok tiga dan empat telah dikunci narapidana.
Jumlah petugas lapas yang tidak sebanding dengan warga binaan juga menjadi masalah.
Saat ini, terdapat 324 warga binaan di lapas itu, 266 narapidana dan 59 tahanan.
Sementara jumlah pegawai lapas sebanyak 60 orang yang terbagi di empat seksi, yakni seksi pembinaan, tata usaha, administrasi keamanan dan ketertiban, dan kepala pengamanan lapas.
"Kapasitas 319 orang, dengan 34 kamar dengan empat blok. satu dan dua blok lama, serta tiga dan empat blok baru. Jadi apa yang sudah dilakukan kami dengan beberapa pengendalian tersebut belum dapat diterima oleh pihak warga binaan," kata Adhi.
Situasi Lapas baru dapat dikendalikan setelah polisi tiba di lokasi dan melakukan razia.
Kapolres Merauke AKBP Untung Sangaji dan Kalapas juga memberikan arahan kepada warga binaan agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban.
"Magrib tadi situasi sudah dapat dikendalikan," tutur Adhi.
Dalam kasus pengeroyokan yang menewaskan dua napi itu, 11 orang dimintai keterangan.
Mereka terdiri dari delapan warga binaan dan tiga petugas lapas.
Polisi juga telah membawa barang bukti berupa buku-buku milik dua korban yang diduga para napi berisi mantra ilmu hitam.
Pihak lapas turut berduka cita atas meninggalnya dua narapidana itu.