Berita Lhokseumawe
Jelang Lebaran Banyak Pedagang dan ASN Tebus Emas di Pegadaian Lhokseumawe
Menjelang lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah sebagian besar masyarakat berprofesi pedagang dan ASN ramai menebus emas di kantor Pegadaian Kota....
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Jalimin
Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE - Menjelang lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah sebagian besar masyarakat berprofesi pedagang dan ASN ramai menebus emas di kantor Pegadaian Kota Lhokseumawe, di Jalan Listrik Kecamatan Banda Sakti.
Hal itu diungkapkan Marketing Eksekutif Kantor Pegadaian Kota Lhokseumawe Masbul Watan, Minggu (9/5/2021) terkait perkembangan ekonomi masyarakat saat ini mulai memiliki kemampuan untuk menebus barang berharganya yang digadaikan.
Dikatakannya, tren menjelang ramadhan sebelumnya banyak masyarakat yang datang menggadaikan barang atau benda berharganya seperti emas, kendaraan bermotor dan lainnya.
Namun menjelang hari meugang dan lebaran Idul Fitri justru ramai pedagang dan ASN yang datang untuk menebus barang atau emas miliknya.
Umumnya masyarakat banyak yang menggadaikan perhiasannya dan begitu dapat THR langsung menebusnya.
Akan tetapi, lumrahnya pasca lebaran nanti, tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat akan kembali datang untuk menggadaikan lagi perhiasannya.
Karena sudah trennya bila masyarakat membutuhkan uang tetap akan mengandalkan Kantor Pegadaian untuk mendapatkan solusi jasa pinjaman dana.
Hal itu dilakukan masyarakat dengan alasan untuk kebutuhan pendidikan atau modal usaha.
“Sebelumnya banyak masyarakat yang datang menggadaikan barang seperti kendaraan dan kebanyakan mereka menggadaikan barang logam seperti emas. Jelang lebaran, masyarakat banyak yang datang menebus,” jelas Masbul Watan, Marketing Eksekutif Kantor Pegadaian Kota Lhokseumawe, kepada Serambinews.com, Minggu (9/5/2021).
Sementara itu, Akil (49) seorang ASN Pemkab Aceh Utara, yang berdomisili di Kampung Keuramat, Kecamatan Banda Sakti mengatakan dirinya kerap menggunakan jasa pegadaian untuk mengatasi masalah keuangan keluarganya.
Sedangkan barang yang digadaikannya berupa perhiasan emas dan membutuhkan waktu satu atau dua bulan baru dapat menebusnya kembali.
“Karena saya ASN baru dapat THR, maka langsung saya datang untuk menebus emas. Setiap kali membutuhkan dana, saya hanya menggunakan jasa pegadaian,” paparnya.
Aqil mengaku biasanya usai lebaran, tentu banyak pengeluaran membuat keuangan untuk kebutuhan keluarga menipis dan butuh dana persiapan sekolah anak untuk tahun ajaran baru.
Sehingga pada pertengahan Mei mendatang, Aqil akan kembali lagi untuk menggadaikan emasnya untuk mendapatkan sejumlah uang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/asn-gadai-tebus-emas-di-lhokseumawe.jpg)