Breaking News:

BBPOM dan Pemko Sidak Pangan

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh bersama Pemerintah Kota Banda Aceh melakukan inspeksi

Editor: hasyim
SERAMBI/HENDRI
Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin didampingi Plt. kepala Balai Besar POM di Banda Aceh, Desi Ariyanti Ningsih dan Petugas saat memeriksa dan mendata berbagai makanan kemasan dan kue produk UMKM yang dijajakan di dalam mal, saat razia pengawasan pangan dan parsel lebaran di Banda Aceh, Senin (10/5/2021). 

BANDA ACEH - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh bersama Pemerintah Kota Banda Aceh melakukan inspeksi mendadak (sidak) produk pangan di empat pusat perbelanjaan di Kota Banda Aceh, Selasa (10/5/2021).

Kegiatan intensifikasi pengawasan pangan  selama Ramadhan dan jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah itu, turun serta Wakil Wali Kota Banda Aceh, Drs Zainal Arifin, bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BBPOM di Banda Aceh, Desi Ariyanti Ningsih SSi Apt.

"Alhamdulillah dari empat pusat perbelanjaan yang kami sidak bersama-sama Balai Besar POM tidak ada ditemukan makanan yang kedaluarsa atau tidak layak kosumsi, baik itu di Toko Maju, Toko Ramai, Sinbun Sibreh maupun di Suyuza Mall," kata Chek Zainal, sapaan akrab untuk Wakil Wali Kota Banda Aceh ini.

Ia menjelaskan, pada sidak yang dilakukan bersama BBPOM tersebut lebih ditekankan kepada edukasi bagi masyarakat untuk lebih cerdas saat membeli produk pangan, agar dilihat betul dari segi kemasannya, tanggal berlakunya serta segi kehalalannya.

Sementara itu Plt BBPOM Desi Ariyanti Ningsih menerangkan dalam rangkan melindungi kesehatan masyarakat dari peredaran produk pangan olahan yang tidak memenuhi ketentuan (TMK), khususnya selama bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 , BBPOM di Banda Aceh menargetkan pada pangan olahan tanpa izin edar  (TIE), kadaluarsa dan rusak (Kemasan penyok, kaleng berkarat dan lain yang berdampak tidak baik untuk dikosumsi).

"Dari intensifikasi pengawasan pangan yang kami lakukan hari ini (kemarin-red), tidak ditemukan produk-produk pangan yang tanpa izin edar dan kadaluarsa. Tapi ada beberapa yang dan rusak, seperti kemasannya yang penyok, langsung kami minta diganti agar tidak dijual lagi. Pengawasan ini penting untuk memastikan produk yang dijual terjamin keamanannya untuk dikonsumsi," kata Desi Ariyanti Ningsih.

Pada sidak tersebut, petugas BBPOM, secara jeli memeriksa setiap kemasan produk pangan, masa penggunaan serta izin edar. Petugas juga meminta bungkusan parcel yang ikut diperiksa dibuka selanjutnya memeriksa izin edar dan kadaluarsanya.

Pastikan Produk yang Dijual Aman

PLT Kepala BBPOM di Banda Aceh, Desi Ariyanti Ningsih SSi Apt juga menerangkan jika ada temuan, terutama produk tanpa izin edar atau produk ilegal, petugas langsung melakukan penyitaan. Sidak yang dilakukan tersebut juga untuk memastikan tingkat kesadaran dari pedagang untuk tidak menjual produk kadaluarsa, dan ilegal.

"Kalau kita temukan langsung disita dan pengawasan terhadap produk pangan ini sudah kami lakukan sejak 5 April 2021 lalu dan meliputi 7 kabupaten/kota di Aceh. Intensifikasi pengawasan itu terus kami tingkatkan saat memasuki Ramadhan dan jelang hari raya Idul Fitri. Tujuannya untuk melindungi masyarakat," pungkas Desi.(mir)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved