Breaking News:

Masker Pembunuh Corona

Ini Masker Pembunuh Virus Corona Diciptakan Siswi di India, Begini Cara Kerjanya

Digantika mengatakan, "Kita tahu bahwa air sabun membunuh virus, jadi ketika udara mencapai bilik ketiga, larutan kimianya berpotensi membunuh virus."

SERAMBINEWS/ Indiatoday.in
Digantika Bose memakai masker ciptaannya. 

SERAMBINEWS.COM - Digantika Bose, siswa Kelas 12 dari distrik Purba Bardhaman di Bengal mengatakan bahwa masker yang dia temukan dapat membunuh virus corona.

Masker tersebut akan dipamerkan di Museum Keunggulan Desain Google di Mumbai.

Berbicara kepada Indiatoday.in, Digantika mengatakan maskernya memiliki tiga ruang.

Ada generator ion negatif yang menyaring partikel debu di udara.

Ketika udara yang disaring masuk melalui ruang kedua, ia mencapai ruang ketiga yang merupakan ruang kimia yang berisi campuran sabun dan air - yang menurutnya dapat
membunuh virus.

Digantika mengatakan, "Kita tahu bahwa air sabun membunuh virus, jadi ketika udara mencapai bilik ketiga, larutan kimianya berpotensi membunuh virus."

Kemenag Imbau Warga Segera Tunaikan Zakat Fitrah, Saifuddin: Amil Harus Bagikan sebelum Hari Raya

Hilal tak Terlihat di Lhokseumawe, Ramadhan Digenapkan 30 Hari, 1 Syawal 1442 H Dipastikan 13 Mei

Demikian pula, jika orang yang terinfeksi Covid menggunakan masker, udara yang dihembuskannya akan melalui proses serupa dan penyebaran virus berpotensi dihentikan.

Digantika mengatakan kepada Indiatoday.in bahwa dia telah mendekati departemen kesehatan negara bagian untuk uji coba masker dan itu bisa menjadi penghalang
potensial terhadap penyebaran Covid-19.

Siswa Kelas 12 itu mengatakan dia membuat topeng selama gelombang pertama pandemi Covid-19. Dia berkata, "Saya membuat masker selama penguncian pertama dengan
sumber daya apa pun yang saya miliki. Saya selalu tertarik pada hal-hal seperti itu."

Digantika selalu memiliki kegemaran akan inovasi tersebut dan sebelumnya telah membuatkan kacamata untuk penduduk lokal di Sunderbans yang memungkinkan orang
untuk melihat ke belakang tanpa menoleh.

Ini membantu penduduk setempat dari hewan liar di hutan yang bisa memangsa mereka dari belakang.

Dia telah tiga kali dianugerahi APJ Abdul Kalam Ignite Award.

Ketiga kalinya dia dianugerahi untuk inovasi masker nyaman yang tidak melelahkan telinga.(*)

Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved