Breaking News:

Lockdown di Malaysia

Mulai Besok, Malaysia Kembali Berlakukan Lockdown Nasional

Pemerintah Malaysia kembali menerapkan lockdown menyusul gelombang ketiga Covid-19 di negara tersebut.

Editor: Taufik Hidayat
ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid
Sejumlah WNI terdampak lockdown di Malaysia akan dipulangkan ke Sumatera Utara dari Pelabuhan Bandar Sri Junjungan Dumai di Dumai, Riau, Selasa (31/3/2020). WNI terdampak lockdown pandemi wabah COVID-19 di Malaysia ke tanah air lewat Pelabuhan Dumai terancam tidak bisa pulang ke daerah asalnya seperti ke sejumlah kota di Sumut dan Sumbar yang sudah ada memberlakukan karantina daerah. ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid/nz (ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid) 

SERAMBINEWS.COM, KUALA LUMPUR - Pemerintah Malaysia kembali menerapkan lockdown atau karantina dan pembatasan kerumunan secara nasional mulai Rabu besok (12/52021) hingga 7 Juni 2021, menyusul gelombang ketiga Covid-19 di negara tersebut.

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengungkapkan penularan Covid-19 hanya dapat diputuskan dengan mendorong orang berada di rumah melalui pengetatan pergerakan.

“Larangan lintas daerah dan lintas negeri, kecuali untuk tujuan darurat, kesehatan, bekerja, ekonomi, jadwal vaksinasi, dan pasangan jarak jauh,” ungkap Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin dalam keterangannya, Senin (10/5/2021) malam.

Selama lockdown, Malaysia melarang penduduknya melakukan kunjungan dari rumah ke rumah dan ziarah kubur selama Idulfitri.

Shalat Idul Fitri diperbolehkan dengan maksimal 50 orang di masjid dan surau berkapasitas lebih dari 1.000 orang serta maksimal 20 orang untuk masjid dan surau yang berkapasitas lebih sedikit.

Malaysia juga melarang acara sosial mencakup pesta pernikahan dan pertunangan, tahlilan, hingga pesta resmi kerajaan dan swasta.

Baca juga: Posisi Terakhir KM Unggul Meulaboh di Perbatasan Wilayah Aceh - India, Pencarian Semakin Sulit

Baca juga: Kenalan Lewat Facebook, Gadis ABG Dicabuli Pria 30 Tahun saat Diajak Jalan-jalan

Baca juga: Warga Nonmuslim Sekarang Bisa Masuk Kota Madinah yang Sebelumnya Menjadi Kawasan Terlarang

Baca juga: Menyedihkan Pasien Covid-19 di India Dirawat di Bawah Pohon, Fasilitas Medis tak Bisa Diakses

Muhyiddin menuturkan, akad nikah masih diperbolehkan dengan mematuhi standar operasional prosedur (SOP).

Malaysia melarang aktivitas olahraga dan rekreasi, kecuali yang dilakukan oleh individu di kawasan terbuka, seperti jogging.

Seluruh institusi pendidikan juga ditutup, kecuali bagi pelajar yang akan mengikuti ujian internasional.

Malaysia melarang kegiatan makan di tempat serta menetapkan maksimal tiga orang dalam satu mobil termasuk pengemudi, selama lockdown.

Manajer diwajibkan menerapkan bekerja dari rumah dengan kehadiran maksimal 30 persen karyawan di kantor setiap saat.

“Selama periode ini, semua sektor ekonomi dibenarkan untuk beroperasi,” ungkap Muhyiddin.

Hingga Senin kemarin, Malaysia memiliki 444.484 kasus positif Covid-19 dengan angka kematian sebanyak 1.700 kasus.(AnadoluAgency)

Baca juga: Dinonaktifkan dari KPK Bersama 74 Pegawai Lain, Novel Baswedan: Tindakan Sewenang-wenang Ketua KPK

Baca juga: Kelompok Ali Kalora Cs Kembali Serang Warga, 2 Orang Tewas Mengenaskan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved