Breaking News:

Mahasiswi Sekaligus Aktivis Perempuan Dianiaya Sekelompok Orang Bermobil, HP Dirampas, Korban Trauma

Seorang aktivis perempuan pembela Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus mahasiswi di Kabupaten Jombang, Jawa Timur menjadi korban penganiayaan.

Editor: Faisal Zamzami
Ilustrasi penganiayaan (Shutterstock)
Ilustrasi penganiayaan(Shutterstock) 

SERAMBINEWS.COM - Seorang aktivis perempuan pembela Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus mahasiswi di Kabupaten Jombang, Jawa Timur menjadi korban penganiayaan.

Ia dianiaya oleh gerombolan orang bermobil saat menghadiri Khataman Qur'an di kampungnya.

Selain menganiaya, para pelaku juga merampas handphone (HP) milik korban.

Aksi penganiayaan terhadap aktivis perempuan di Jombang itu dibenarkan Women's Crisis Center (WCC) Jombang.

Women's Crisis Center (WCC) Jombang pun membeber kronologi kekerasan pada korban perempuan, Rani alias MS (23), Minggu (9/5/2021) itu.

Sebelumnya informasi terkait penganiayaan terhadap aktivis perempuan di Jombang ini banyak beredar di group WhatsApp.

Informasi dalam grup WA itu tertera dengan format bertuliskan : Darurat!! Segerombolan orang melakukan penganiayaan terhadap perempuan pembela Ham di Jombang dan mengintimidasi keluarga.

Direktur Women's Crisis Center (WCC) Jombang, Ana Abdillah (26) membenarkan pesan darurat yang telah beredar luas di grup WhatsApp tersebut.

Korban Rani alias MS (23) dianaya oleh gerombolan pria saat menghadiri Khataman Qur'an di kampungnya, Desa Pandanblole, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Pelaku bahkan secara kejam melakukan penganiayaan dengan membenturkan kepala korban ke tembok.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved