Breaking News:

Ramadhan Mubarak

Ramadhan, Transformasi Menuju Ketakwaan

Alhamdulillah, hari ini kita tiba di penghujung Ramadhan 1442 Hijriah. Sejumlah persitiwa menandai perjalanan Ramadhan kali ini

Editor: hasyim
Ramadhan, Transformasi Menuju Ketakwaan
FOTO IST
Haizir Sulaiman, SH, MH

Haizir Sulaiman, SH, MH

Alhamdulillah, hari ini kita tiba di penghujung Ramadhan 1442 Hijriah. Sejumlah persitiwa menandai perjalanan Ramadhan kali ini. Pandemi Covid-19 yang belum usai, kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, dan sejumlah peristiwa penting lainnya menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.

Namun demikian, dengan mengharap keridhaan Allah, tentunya seluruh umat Muslim berharap Ramadhan kali ini memberikan hikmah dalam kehidupannya. Berpuasa diharapkan dapat menjadi pengalaman transedental bagi keimanan untuk mereduksi hal-hal yang negatif sehingga menjadi insan yang lebih bertakwa.

Puasa adalah ketundukan, kepatuhan, dan ketaatan kepada Allah. Maka, tiada balasan bagi orang yang mengerjakannya kecuali pahala yang melimpah baginya. Ibadah puasa sekaligus sarana untuk melatih diri dalam berbagai masalah seperti menahan keinginan dan godaan, sabar dalam menghadapi segala sesuatu, mengarahkan cara berpikir sehat serta menajamkan pikiran (cerdas) karena secara otomatis mengistirahatkan aktivitas anggota tubuh. Kita juga diajarkan untuk memegang teguh amanah Allah, lahir dan batin, karena tidak seorang pun yang sanggup mengawasi kita kecuali Allah SWT.

Di akhir Ramadhan ini, melalui fase refleksi (muhasabah), kontemplasi (tafakkur/tadabbur), dan motivasi, setidaknya ada lima hikmah yang dapat kita ambil dari ibadah puasa yang sudah kita jalani.

Pertama, ibadah puasa mendidik kita merasakan perasaan orang lain. Berpuasa menumbuhkan rasa persaudaraan serta menimbulkan perasaan untuk saling menolong antarsesama pada setiap individu. Rasa lapar yang mendera saat berpuasa mengajarkan kita merasakan apa yang dirasakan oleh mereka yang kurang mampu. "Tidak beriman salah seorang di antara kamu hingga dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri." (HR. Bukhari Muslim).

Kedua, puasa mendidik kita konsisten dengan waktu. Ramadhan mengajarkan setiap Muslim untuk menghargai setiap waktu yang sudah ditetapkan Allah SWT. Ketetapan waktu mulai berpuasa hingga berbuka menjadi salah satu contoh konsistensi Muslim dalam menjalankan ibadah puasa. Begitupun ibadah-ibadah lain yang hanya ada di bulan Ramadhan.

Ketiga, puasa melatih kita untuk bersabar. Orang-orang yang berpuasa adalah orang yang sabar. Orang yang mampu menahan hawa nafsunya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Orang yang mampu untuk tidak melakukan sesuatu hanya karena ingin dekat dengan Allah SWT. Ramadhan sekaligus menjadi fase pengujian bagi kualitas kesabaran kita.

Keempat, puasa mengajarkan manusia bagaimana melawan hawa nafsu. Mata ingin melihat, mulut ingin berbicara, telinga ingin mendengar. Namun, dengan mengharapkan ridha Allah, muncul self control dari dalam diri kita untuk menghindari segala sesuatu yang sepantasnya untuk dihindari, baik yang halal apalagi yang haram.

Dan yang terakhir, puasa melatih kita untuk merasakan keintiman dengan Allah SWT. Hanya Allah dan kita yang tahu apa yang kita lakukan. Keintiman kepada Allah merupakan puncak kebahagiaandalam kita menjalankan ibadah.

Demikianlah. Keimanan manusia tidak selamanya berjalan linear. Apa yang dimaknai dalam kehidupan adalah sebuah dinamika. Ramadhan kiranya dapat menjadi momentum bagi kita untuk mendesain ulang karakter dan perilaku kita semata-mata karena Allah. Ibadah puasa memperkuat kohesi antara jiwa dan raga. Menjadi perjalanan spriritual yang menghasilkan insan-insan yang lebih bertakwa kepada Allah.

Dengan niat yang sungguh-sungguh, semoga Ramadhan kali ini menjadikan kita termsuk dalam golongan insan mampu mentransformasikan dirinya menjadi lebih bertakwa kepada Allah SWT. Sebagaimana hakikat ibadah puasa adalah terwujudnya manusia yang bertakwa (QS. Al-Baqarah:183). Di akhir Ramadhan ini, dengan segala kerendahan hati, izinkan saya atas nama keluarga besar PT Bank Aceh Syariah mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Taqabbalallahu minna waminkum. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita kembali fitrah.

* Penulis adalah Direktur Utama Bank Aceh Syariah. Email: divisi.cotary@bankaceh.co.id

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved