Internasional
Perang Saudara Terancam Pecah di Jerusalem, Warga Palestina dan Yahudi Saling Serang
Konflik terus meluas, bukan hanya antara pejuang Hamas dengan pasukan Israel, tetapi telah melibatkan warga sipil.
"Sistem diskriminatif yang didasarkan pada ideologi supremasi tidak akan berlaku selamanya dan harus diperbaiki jika hari perhitungan ingin dihindari ," ujarnya.
Sementara itu, roket dari Gaza, betapapun lemahnya kekuatan nuklir dan militer Israel, harus memperingatkan Israel perjuangan nasional Palestina tidak akan hilang.
Dia menyatakan akan terus menjadi ancaman mematikan bagi kehidupan Israel, dan tantangan politik bagi Israel dan citra di dunia, tambahnya.
"Israel berkewajiban untuk melihat ke cermin dan menerima kenyataan bahwa sampai keadilan terwujud, perdamaian tidak akan pernah tercapai," katanya.
Shanit, pensiunan dokter Israel dan mantan kepala program medis di Peres Center for Peace, mengatakan dia kecewa dengan politisi korup.
“Tanggung jawab terletak pada keinginan koruptor untuk mempertahankan kekuasaan dengan segala cara," katanya.
"Sementara yang lain mengeksploitasi sentimen agama dan nasionalis untuk mendapatkan dukungan dari jalanan setelah pemilu yang gagal," tambahnya.
Baca juga: Arab Saudi Kutuk Israel, Gusur Rumah Warga Palestina di Jerusalem
"Massa tampaknya berada di atas angin sementara darah sipil tumpah,” ujarnya.
Organisasi Mossawa yang berbasis di Haifa meminta komunitas internasional untuk bekerjasama menuju gencatan senjata segera dan menghentikan serangan terhadap Gaza.
Botrus Mansour, seorang pengacara yang berbasis di Nazareth, mengatakan meskipun dalam beberapa hari terakhir sangat menyakitkan hal itu dapat memberikan hasil yang positif dalam jangka panjang.
“Selama bertahun-tahun kami telah berbicara tentang masalah dalam komunitas Arab, meningkatnya kekerasan dan kami juga telah mengungkapkan kekhawatiran," ujarnya.
Dikatakan, rasisme anti-Arab yang dimaafkan oleh pejabat senior suatu hari akan menunjukkan hasilnya di lapangan.
“Apa yang kita lihat sekarang, bukti lemahnya argumen pemerintah Israel telah mengabaikan kekerasan internal Arab dan hasutan terhadap orang Arab oleh ekstremis sayap kanan," ungkapnya.
"Sekarang Israel telah melihat hasil dari kebijakan yang salah itu," jelasnya.
Jamal Dajani, seorang warga Jerusalem dan mantan kepala komunikasi perdana menteri Palestina, mengatakan situasi di Israel sangat tidak stabil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/polisi-israel-berpatroli-di-jerusalem.jpg)