Breaking News:

Kajian Islam

Tak Sempat Puasa Sunat Syawal, Tapi Bisa Dapat Pahalanya, Begini Penjelasan Pejabat Kemenag

Pejabat Penyuluh Agama Islam Kemenag Surakarta, Mufti Addin, menyampaikan utang puasa Ramadan dibayar terlebih dahulu sebelum menunaikan puasa Syawal.

Editor: Mursal Ismail
cheapumrahpackage.us
puasa syawal 

Pejabat Penyuluh Agama Islam Kemenag Surakarta, Mufti Addin, menyampaikan utang puasa Ramadan dibayar terlebih dahulu sebelum menunaikan puasa Syawal.

SERAMBINEWS.COM - Puasa Syawal boleh dilakukan secara berurutan atau berselang, yang penting masih di bulan Syawal.

Puasa enam hari di bulan Syawal hukumnya sunah.

Lantas, melaksanakan puasa Syawal dulu atau membayar utang puasa Ramadhan dulu?

Pejabat Penyuluh Agama Islam Kemenag Surakarta, Mufti Addin, menyampaikan utang puasa Ramadan dibayar terlebih dahulu sebelum menunaikan puasa Syawal.

Menurutnya, orang yang membayar utang puasa Ramadan diharapkan masih sempat menunaikan puasa di bulan Syawal.

Apabila tidak sempat puasa Syawal karena mendahulukan membayar utang puasa Ramadan, umat Muslim tetap akan mendapat pahala karena sudah punya niat sebelumnya.

"Perempuan yang haid saat bulan Ramadan, hendaknya saat bulan Syawal didahulukan utangnya."

"Setelah membayar utangnya, baru puasa Syawal," ujarnya, dikutip dari YouTube Tribunnews.com.

"Seandainya tidak tercukupi, niat puasa Syawal yang sudah di dalam hati, insya Allah pahala puasa Syawal akan didapatkan."

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved