Rabu, 3 Juni 2026

Berita Aceh Tenggara

Banjir di Aceh Tenggara, 20 KK di Desa Lawe Harum Mengungsi

Banjir yang menerjang tiga kecamatan di Aceh Tenggara,  menyebabkan, sebanyak 20 Kepala Keluarga (KK) di Desa Lawe Harum, Kecamatan Deleng Pokhisen

Tayang:
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Muhammad Hadi
Foto BPBD Aceh Tenggara
Masyarakat bersama TNI dan petugas BPBD Aceh Tenggara mulai membersihkan saluran akibat tertimbun lumpur banjir di kawasan Deleng Pokhisen, Agara, Minggu (16/5/2011). 

Laporan Asnawi Luwi |Aceh Tenggara 

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Banjir yang menerjang tiga kecamatan di Aceh Tenggara,  menyebabkan, sebanyak 20 Kepala Keluarga (KK) di Desa Lawe Harum, Kecamatan Deleng Pokhisen, Aceh Tenggara, mengungsi, Minggu (16/5/2021).

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara, Nazmi Desky SKM MAP,  kepada serambinews.com, Minggu (16/5/2021) mengatakan,  saat ini ada 20 KK di Desa Lawe Harum mengungsi.

Namun, secara detail jumlah jiwanya masih di data petugas di lapangan.

Baca juga: Dulu Palestina Dukung Kemerdekaan Indonesia, Ustad Adi Hidayat Ajak Bangsa Indonesia Bantu Palestina

Kata Nazmi, bantuan masa panik akan segera mereka berikan kepada korban banjir yang mengungsi di Desa Lawe Harum.

Menurut dia, saat ini banjir yang terjadi di delapan desa dari tiga kecamatan mulai surut.

Seperti diketahui Ratusan rumah di Kecamatan Deleng Pokhisen, Kecamatan Babussalam dan Lawe Bulan, Aceh Tenggara, terendam banjir, sejak Sabtu (15/5/2021) malam.

Ketinggian air rata-rata 40 centimeter hingga 1 meter di pemukiman penduduk.

Namun, kini air mulai berangsur-angsur surut.

Baca juga: Puluhan Kios di Pulotiga Aceh Tamiang Terbakar

Plt Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara, Nazmi Desky SKM MAP,  kepada serambinews.com, Minggu (16/5/2021) mengatakan, ratusan rumah warga terendam banjir yang tersebar dari delapan desa di tiga kecamatan di Agara.

Kata Nazmi, banjir yang terjadi di tiga kecamatan di Agara, akibat hujan deras di pegunungan di Aceh Tenggara.

Sehingga debit air dari alur-alur parit terus bertambah dan membanjiri pemukiman penduduk.

Menurut Kalaksa BPBD Agara, saat ini, petugas TRC, personil BPBD, TNI, Polisi dan pihak lainnya turun ke lapangan untuk membantu masyarakat korban banjir. (*)

Baca juga: KSPI Sindir Pemerintah: Janganlah Hukum Tajam ke Buruh Indonesia Tetapi Tumpul ke TKA China

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved