Internasional

Warga Palestina Peringati Nakba, Pasukan Israel Terus Mengamuk di Jalur Gaza

Warga Palestina pada Sabtu (15/5/2021) memperingati Nakba atau bencana ketika 700.000 orang terusir dari rumah saat negara Israel didirikan pada 1948.

Editor: M Nur Pakar
AFP/KATA KHATIB
Warga Palestina melihat rumah mereka yang hancur terkena serangan udara Israel, di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, Palestina, Minggu (16/5/2021) 

SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Warga Palestina pada Sabtu (15/5/2021) memperingati Nakba atau bencana ketika 700.000 orang terusir dari rumah saat negara Israel didirikan pada 1948.

Israel merayakan hari itu dengan membunuh dua wanita dan delapan anak dari satu keluarga dalam serangan udara di sebuah kamp pengungsi.

Tiga rudal berat juga menghancurkan Menara Al-Jala'a 12 lantai di Kota Gaza, yang menampung kantor-kantor media.

Termasuk The Associated Press dan Al Jazeera, dan mengebom rumah Khalil Al-Hayeh, seorang pemimpin senior Hamas.

Hamas telah menembakkan ratusan roket ke Israel dan menewaskan 10 orang.

Baca juga: Kecam Aksi Zionis Israel terhadap Warga Palestina, DPRA: Israel adalah Teroris

Yang terbaru pada Sabtu (15/5/2021), ketika seorang pria tewas terkena serangan roket di pinggiran kota Tel Aviv, Ramat Gan.

Ada kemarahan atas serangan terhadap gedung AP, yang juga berisi apartemen hunian.

Militer Israel mengatakan Hamas beroperasi di dalam gedung, tetapi tidak memberikan bukti.

“Dunia akan tahu lebih sedikit tentang apa yang terjadi di Jalur Gaza karena apa yang terjadi hari ini,” kata kepala eksekutif AP, Gary Pruitt.

"Kami kaget dan ngeri," tambahnya.

Sebelumnya, serangan udara Israel di kamp pengungsi Shati yang berpenduduk padat di barat Kota Gaza menewaskan 10 warga Palestina dari satu keluarga.

Serangan tunggal paling mematikan Israel dalam konflik tersebut.

Rudal menargetkan rumah tiga lantai Alaa Abu Hatab (35) menewaskan istrinya, empat dari lima anaknya, saudara perempuannya, dan empat dari lima anaknya.

Baca juga: Kisah Kutukan Ariel Sharon, Jenderal Israel Pembantai Rakyat Palestina 8 Tahun Hidup Koma & Membusuk

Seorang bayi berusia lima bulan selamat, bersama putri Abu Hatab, yang dirawat intensif.

Kakak ipar Abu Hatab, Muhammad Al-Hadidi, menangis ketika memberi tahu Arab News bagaimana anak-anaknya bersikeras menghabiskan malam di rumah paman mereka untuk bermain dengan sepupu mereka.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved